Ini sekaligus mempertegas posisi SMA Labschool Kebayoran sebagai institusi unggulan dalam melahirkan pemimpin muda yang berwawasan global dan berkapasitas diplomatik tinggi. Perjuangan latihan berbulan-bulan berbuah manis dengan diraihnya penghargaan Most Outstanding Delegate oleh Nua Kameumeut Ginanjar dalam komite Economic and Social Council (ECOSOC).
Melengkapi capaian tersebut, Audreyanne Putri Bayu dan Nazifa Nur Khalisa Tara meraih penghargaan Verbal Commendation atas performa mereka yang luar biasa dalam komite Historical United Nations Security Council (Historical UNSC). Penghargaan-penghargaan ini mencerminkan kemampuan 21 delegasi yang dikirim dalam berdiplomasi, melakukan riset mendalam, serta membangun konsensus secara efektif dalam lingkungan simulasi yang sangat kompetitif dan bertekanan tinggi.
Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan institusional yang kuat dari SMA Labschool Kebayoran. Sekolah memberikan dukungan penuh dalam proses persiapan delegasi, mulai dari memfasilitasi akses terhadap sumber daya pelatihan, mengalokasikan waktu khusus untuk sesi latihan, hingga membangun budaya belajar yang mendorong keunggulan akademik melampaui batas ruang kelas.
Komitmen pihak sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar bertaraf global bagi para siswanya mencerminkan visi SMA Labschool Kebayoran untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga siap berkontribusi secara konstruktif dalam isu-isu global yang paling mendesak saat ini. “Ajang ini dapat mengasah kemampuan berfikir kritis dan diplomasi untuk membahas isu kritis atas kejadian di seluruh dunia saat ini dan menjadi bekal yang sangat baik untuk anak muda saat ini," kata Kepala SMA Labschool Kebayoran, Suparno dalam keterangannya, dikutip Senin, 16 Maret 2026.
Di balik keberhasilan delegasi terdapat juga proses persiapan yang terstruktur dan intensif di bawah bimbingan guru Suhaemah dan Farhan Anggara serta tim pelatih profesional dari Tri Solusi Handayani Anak Indonesia (TSHAI), Selama berbulan-bulan persiapan, para pelatih TSHAI memberikan pelatihan terprogram yang mencakup prosedur parlamenter, pengembangan position paper, kemampuan berbicara di depan umum, serta strategi negosiasi.
“Kami bangga anak-anak yang dilatih kami dapat berkontribusi untuk meningkatkan pamor Indonesia melalui kemenangan dalam kompetisi Internasional," ujar perwakilan tim TSHAI.

Salah satu siswa peraih penghargaan di NTU Model United Nations 2026. Foto: SMA Labschool Kebayoran
Seiring SMA Labschool Kebayoran terus membangun rekam jejak keunggulannya dalam ajang Model PBB, keberhasilan di NTUMUN 2026 ini menjadi sebuah perayaan sekaligus titik tolak untuk pencapaian yang lebih besar. Salah satu peserta, Lajema Tresnanova Ginting, mengaku bahwa pengalaman ini turut mengasah kemampuannya dalam speech, public speaking, dan negotiation.
Namun yang tak kalah membanggakan juga di ajang ini salah satu siswa dari SMA Labschool Kebayoran, Michaela Kalista Susilo juga berada dijajaran panitia menjari Head Chairperson untuk Komite ASEAN. Sekolah berharap dapat terus melahirkan delegasi-delegasi berbakat di masa mendatang, menginspirasi generasi siswa berikutnya untuk aktif terlibat dalam isu-isu global, mengembangkan pemahaman lintas budaya, dan meneruskan semangat kerja sama internasional yang menjadi inti dari Model PBB.
| Baca juga: Bikin Bangga! Putra Buruh Mebel Klaten Diterima di Teknik Pertambangan ITB, Dijemput 3 Profesor Langsung ke Rumah |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News