Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)
Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla)

Evi Optimistis Gugatan Foto Editan Dimentahkan MK

Pemilu sengketa pileg Sidang Sengketa Hasil Pileg 2019
Faisal Abdalla • 19 Juli 2019 11:21
Jakarta: Calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya optimistis gugatan foto editan yang dilayangkan rekan sesama caleg Farouk Muhammad dimentahkan Mahkamah Konstitusi (MK). Evi yakin MK adil.
 
"Saya pikir beliau-beliau (hakim MK) punya hati nurani. Mereka bijak dan bisa melihat kebenaran dan keadilan yang seadil-adilnya," kata Evi kepada Medcom.id, Jumat, 19 Juli 2019.
 
Evi hakulyakin melaksanakan semua prosedur pendaftaran sebagai caleg sesuai aturan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Foto editan bukanlah masalah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Evi menyebut perkara yang diajukan Farouk merupakan dugaan pelanggaran administrasi. Persoalan itu seharusnya diadukan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), alih-alih MK yang menangani perselisihan hasil pemilu.
 
Baca juga:Gugatan Foto Editan Caleg DPD Tak Berdasar Hukum
 
Evi memasrahkan semua gugatan ke MK dan tim kuasa hukumnya. Ia percaya para pembela melakukan yang terbaik mempertahankan kemenangannya.
 
Di sisi lain, kuasa hukum Farouk, Kurniawan, menyebut perkara diajukan kliennya sangat substansial. Dia menyebut Evi berlaku tidak jujur dalam pemilu karena menggunakan foto editan.
 
"Ini berarti melanggar asas Pasal 22e, asas jujur dan adil dan fairness. Artinya ketika dipandang sebagai paradigma konstitusional, ini tak bisa dianggap persoalan yang remeh-temeh," ujar Kurniawan di Gedung MK, Kamis, 18 Juli 2019.
 
Gugatan Farouk teregistrasi di nomor perkara 03-18/PHPU-DPD/XVII/2019. Dalam permohonannya, Farouk mendalilkan Evi telah memanipulasi atau mengedit pas foto di luar batas kewajaran. Foto itu mengubah identitas diri antara lain dagu, hidung, mata, warna kulit dan struktur tubuh jika dibandingkan dengan keadaan asli.
 
Baca juga:Caleg DPD NTB Heran Digugat Karena Foto Editan
 
Farouk menilai penggunaan foto tersebut baik dalam alat peraga kampanye maupun surat suara memengaruhi pemilih untuk memilih yang bersangkutan. Evi keluar sebagai caleg dengan raihan suara terbanyak.
 
"Bahwa walaupun yang bersangkutan diduga tidak maksimal melakukan sosialisasi/kampanye pada daerah-daerah tertentu, ditambah dengan menggunakan foto editan yang berlebihan, mengakibatkan calon anggota DPD RI dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya tersebut memperoleh suara terbanyak sebanyak 283.932 suara," bunyi dalil dalam dokumen permohonan Farouk.
 
Selain menyoal foto, Farouk juga menuding Evi melakukan politik uang dengan cara mernbagi-bagikan sembako dengan tulisan 'Mohon Do'a & Dukungan Segenap Masyarakat NTB Cerdas, Peduli, Tanggap Menyalurkan Aspirasinya Pilih Nomor 26'. Sembako itu mengarahkan pemilih.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif