Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) nomor urut 26 Evi Apita Maya. Medcom.id/Faisal Abdalla.
Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) nomor urut 26 Evi Apita Maya. Medcom.id/Faisal Abdalla.

Caleg DPD NTB Heran Digugat Karena Foto Editan

Pemilu sengketa pileg
Faisal Abdalla • 18 Juli 2019 16:41
Jakarta: Caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) nomor urut 26 Evi Apita Maya heran digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Caleg DPD nomor urut 27 Farouk Muhammad mempermasalahkan foto yang digunakan Evi saat mendaftar sebagai caleg.
 
"Selama tahapan, saya mengikuti semua aturan itu sesuai mekanisme dan Undang-undang. Tidak ada satupun yang komplain (foto) termasuk LO-nya Pak Farouk sendiri," kata Evi di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, 18 Juli 2019.
 
Evi bingung karena Farouk baru mempermasalahkan foto yang digunakan selama kampanye itu ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan hasil Pileg 2019. Evi berhasil meraup 283.932 suara dan berpotensi melenggang ke Senayan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Evi menilai Farouk tak bisa menerima kekalahan. Sehingga, gugatan yang dilayangkan pun tak masuk akal. Ia menilai wajar jika seorang calon pemimpin menampilkan identitas terbaiknya.
 
"Setiap calon pemimpin, atau siapa pun pasti ingin menampilkan identitas terbaik di depan umum. Pasti menampilkan foto yang terbaik. Ya termasuk saya yang tampil ingin ikut kontestasi, wajar dong, masa saya pakai foto baru bangun tidur," jelas Evi.
 
Baca: Hakim MK Sebut Kuasa Hukum PDIP Cerewet
 
Evi juga membantah dalil Farouk terkait politik uang. Ia menegaskan dalil yang dituduhkan Farouk merupakan kegiatan penyaluran bantuan saat gempa NTB beberapa waktu lalu.
 
"Selama ini tidak ada juga laporan sampai ke Bawaslu, kalau memang itu ditegur tak boleh ya pihak pemohon kenapa tak menyampaikan keberatan," kata Evi.
 
Gugatan Farouk teregistrasi di nomor perkara 03-18/PHPU-DPD/XVII/2019. Dalam permohonanya, Farouk mendalilkan Evi telah memanipulasi atau mengedit pas foto di luar batas kewajaran. Foto itu, menurut Farouk, telah mengubah identitas diri antara lain dagu, hidung, mata, warna kulit, dan struktur tubuh jika dibandingkan dengan gambar keadaan asli.
 
Farouk menilai penggunaan foto tersebut baik dalam alat peraga kampanye maupun surat suara telah memengaruhi pemilih untuk memilih yang bersangkutan, sehingga menyebabkan Evi keluar sebagai caleg dengan raihan suara terbanyak.
 
"Bahwa walaupun yang bersangkutan diduga tidak maksimal melakukan sosialisasi/kampanye pada daerah-daerah terentu, ditambah dengan menggunakan foto editan yang berlebihan, mengakibatkan calon anggota DPD RI dengan nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya tersebut memperoleh suara terbanyak sebanyak 283 .932 suara," bunyi dalil dalam dokumen permohonan Farouk.
 
Farouk juga menuding Evi melakukan politik uang dengan cara mernbagi-bagikan sembako dengan tulisan 'Mohon Do'a & Dukungan Segenap Masyarakat NTB Cerdas, Peduli, Tanggap Menyalurkan Aspirasinya Pilih Nomor 26'. Sembako itu dinilai mengarahkan pemilih.
 

(DRI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif