Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI, Mohamad Ongen Sangaji. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI, Mohamad Ongen Sangaji. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Hanura di Ambang Kehancuran

Pemilu oesman sapta pemilu serentak 2019
Candra Yuri Nuralam • 21 Januari 2019 13:37
Jakarta: Kasus yang menerpa Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) dinilai berdampak sistemik pada internal partai. Sebab, partai itu akan hancur jika OSO harus mundur dari jabatannya.
 
Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji menanggapi masalah sengketa hukum terkait pencalonan OSO sebagai anggota DPD RI.
 
Seperti diketahui, PTUN telah mencabut surat keputusan KPU tentang daftar calon tetap (DCT) anggota DPD pada Pemilu 2019. PTUN memerintahkan KPU menerbitkan DCT baru dan memasukkan nama OSO.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, KPU tetap tidak memasukkan nama OSO ke dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD. Sebab, OSO tidak mengundurkan diri dari kursi kepemimpinan partai.
 
KPU berpedoman pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 30/PUU-XVI/2018, yang melarang pengurus parpol mencalonkan diri sebagai caleg DPD .
 
Ongen menyebut Hanura akan hancur jika OSO mengundurkan diri. Ongen meminta KPU mengikuti keputusan hukum.
 
"Anda bisa bayangkan betapa pengaruh psikologinya kepada pengurus Hanura. Kita butuh arahan, nasihat dan bimbingan dari ketua umum," kata Ongen di Gedung KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.
 
Baca: KPU Menghargai Keputusan OSO Minta Tolong PTUN
 
Ongen meminta KPU menjalankan keputusan Mahkaman Agung dan PTUN. Mengingat, hasil sidang dimenangkan oleh OSO.
 
"Sudah diputuskan oleh Makhamah Agung, PTUN, harus dijalankan tapi tidak berlangsung surut. Kalau berlaku 2024 ini kita setuju, nah ini yang menurut saya KPU harus bijak," lanjut Ongen.
 
Ongen berharap KPU bijak memutuskan kelanjutan kasus OSO mengingat besok adalah hari terakhir pencalonan Daftar Calon Tetap (DCT). KPU diharap tidak egois dengan keputusan sepihak.
 
"Jangan kemudian berpikir dia sendiri tapi tidak berpikir perasaan Partai Hanura di seluruh Indonesia," kata Ongen.
 

 

(FZN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif