Juru bicara Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono. (Foto: MI/Susanto)
Juru bicara Mahkamah Konstitusi Fajar Laksono. (Foto: MI/Susanto)

Pertimbangan MK Putuskan Kelanjutan Perkara PHPU Pileg

Pemilu Sidang Sengketa Pilpres 2019
Faisal Abdalla • 20 Juli 2019 09:59
Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) bakal memutuskan kelanjutan (putusan dismissal) 260 perkara perselisihan hasil pemilu (PHPU) legislatif Senin, 22 Juli 2019. MK mempertimbangkan sejumlah hal dalam memutus kelanjutan perkara PHPU.
 
Juru bicara MK Fajar Laksono mengatakan salah satu yang akan dipertimbangkan adalah ketentuan formalitas permohonan. Apakah permohonan diajukan sesuai hukum acara yang berlaku di MK.
 
"Permohonan akan diputuskan tidak berlanjut apabila ketentuan formil tidak terpenuhi. Misalnya pengajuan (permohonan) melewati batas waktu 3x24 jam (sejak Komisi Pemilihan Umum menetapkan perolehan suara pemilu)," kata Fajar di Gedung MK, Jakarta, Jumat, 20 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim akan melihat fakta-fakta persidangan untuk menentukan apakah suatu permohonan memenuhi ketentuan formil. Misalnya, jika pemohon mengaku memenuhi tenggat waktu dalam mengajukan berkas permohonan, namun pihak termohon memiliki bukti kuat yang menyatakan sebaliknya, maka bisa jadi hakim memutuskan permohonan itu tak dapat dilanjutkan.
 
Baca juga:Kelanjutan 260 Gugatan Pileg Diputuskan Senin Depan
 
Selain soal waktu pengajuan berkas permohonan, hakim MK juga akan mempertimbangkan aspek kedudukan hukum (legal standing) pemohon. Fajar mengatakan pihak-pihak yang memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan perkara PHPU legislatif adalah partai politik untuk pemilihan anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, dan calon anggota legislatif perseorangan DPD.
 
"Kalau di luar itu ya bisa jadi (tidak punya legal standing)," ujar Fajar.
 
Selain aspek formil, MK juga akan melihat substansi dalil permohonan. Apabila yang dipersoalkan bukan kewenangan MK, hakim akan memutuskan perkara tidak berlanjut.
 
"Misalnya objek gugatannya bukan Surat Keputusan (SK) KPU (SK penetapan perolehan suara)," jelas Fajar.
 
Baca juga:Evi Optimistis Gugatan Foto Editan Dimentahkan MK
 
Sidang putusan dismissal pada Senin, 22 Juli 2019 akan memutuskan kelanjutan perkara PHPU. Jika diputus tak berlanjut, MK tak akan melanjutkan pemeriksaan perkara. Apabila diputus berlanjut, MK akan melanjutkan pemeriksaan perkara ke tahap pembuktian.
 
Sidang putusan dismissal akan dibagi ke dalam tiga sesi. Sesi pertama akan dimulai pukul 9.00 WIB. Setelah putusan dismissal, MK akan langsung menggelar sidang PHPU yang diputuskan berlanjut ke tahap pembuktian pada Selasa, 23 Juli 2019
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif