Direktur LIMA, Ray Rangkuti--Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Direktur LIMA, Ray Rangkuti--Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Pengamat: PPP Kehilangan Orisinalitas

Pemilu ppp OTT Romahurmuziy
Whisnu Mardiansyah • 26 Maret 2019 14:10
Jakarta: Pengamat Politik Ray Rangkuti memprediksi peluang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pemilihan Legislatif 2019 sangat tipis. Selain, faktor kasus Ketua Umumnya Romahurmuzy yang terjerat kasus hukum, partai ini pun dinilai tak lagi memiliki kekhasan.
 
"PPP ini semacam kehilangan orisinalitas, PPP ini mau dilihat sebagai apa kalau dilihat sebagai partai agama partai yang lain pun banyak," kata Ray saat dihubungi Medcom.id, Selasa 26 Maret 2019.
 
Menurut Ray, di tengah ketatnya persaingan partai politik untuk merebut suara di Pileg 2019, faktor pembeda menjadi amat penting. Sebagai contoh, slogan politik tanpa mahar identik dengan Partai NasDem, caleg tanpa koruptor identik dengan PSI serta partai nasionalis identik dengan PDIP. Faktor pembeda itu yang tidak ada di PPP saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mestinya buat sesuatu yang memang membuat mereka berbeda penjelasan berbeda ini yang akhir-akhir ini justru enggak muncul di PPP," ujar Ray.
 
Mengandalkan ciri khas partai Islam dengan basis dukungan Nahdhatul Ulama (NU) pun tak cukup. Basis dukungan NU lebih banyak condong ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
 
"Pembeda ini penting di setiap situasi politik, seperti sekarang kalau tidak ya orang akan masuk yang hasilnya lebih besar," pungkasnya.
 
Baca: PPP Dinilai Sulit Capai Ambang Batas Parlemen
 
Sebelumnya, dalam survei Litbang Kompas terbaru merilis hanya ada enam partai politik yang bakal lolos ambang batas parlemen di Pileg 2019. Sementara sepuluh parpol lain yang menjadi peserta pemilu diperkirakan gagal mencapai ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
 
Survei Litbang Kompas dilakukan pada 22 Februari hingga 5 Maret 2019 terhadap 2.000 responden.
 
Salah satu partai yang diprediksi tak lolos PPP dengan elektabilitas hanya 2,7 persen. PPP pasca penangkapan Romahurmuzy oleh KPK mengalami penurunan elektabilitas sebesar 0,5 persen jika dibandingkan hasil survei pada Oktober 2018. Pada Pileg 2014, PPP mampu mengantongi 6,5 persen suara.
 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif