02
PRABOWO SUBIANTO
GIBRAN RAKABUMING RAKA
Partai Pengusung :
Partai Gerinda, Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat
visi :
Bersama Indonesia Maju
misi :
8 HASIL TERBAIK CEPAT PRABOWO & GIBRAN
Prabowo Subianto merupakan seorang seorang pengusaha, politisi, dan mantan perwira TNI Angkatan Darat kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951. Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo merupakan anak ketiga dari Begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.
Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi yang merupakan anak dari Presiden Soeharto. Dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai satu orang anak bernama Ragowo Didiet Hediprasetyo. Semasa kecil, Prabowo tinggal berpindah-pindah tempat di luar negeri karena mengikuti tugas orang tuanya. Dari satu negeri ke negeri lain. Begitu juga dengan pendidikan dasar hingga menengah yang selalu berganti-ganti.
Prabowo Subianto
17 Oktober 1951 (usia 72 tahun)
Gibran Rakabuming Raka merupakan putra kelahiran asli Surakarta pada 1 Oktober 1987. Gibran adalah putra sulung Presiden Indonesia Joko Widodo. Sejak kecil Gibran menetap di Solo. Ia baru meninggalkan Solo saat Sekolah Menengah Pertama yang dituntaskannya di Singapura dan kemudian melanjutkan sekolah setingkat Sekolah Menengah Atas di Orchid Park Secondary School, Singapura.
Lalu Gibran melanjutkan kuliah dan lulus dari Management Development Institute of Singapore pada 2007. Kemudian melanjutkan studinya ke program Insearch di University of Technology Sydney Insearch, Sydney, Australia hingga lulus pada 2010.
Gibran Rakabuming Raka
1 Oktober 1987 (usia 36 tahun)
BERSAMA INDONESIA MAJU
MISI 1: Memberi makan siang dan susu gratis di sekolah dan pesantren, serta bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.
MISI 2: Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, menurunkan kasus TBC 50% dalam lima tahun dan bangun RS lengkap berkualitas di kabupaten.
MISI 3: Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional.
MISI 4: Membangun sekolah-sekolah unggul terintegrasi di setiap kabupaten, dan memperbaiki sekolah-sekolah yang perlu renovasi.
MISI 5:Melanjutkan dan menambahkan program kartu-kartu kesejahteraan sosial serta kartu usaha untuk menghilangkan kemiskinan absolut.
MISI 6:Menaikkan gaji ASN (terutama guru, dosen, dan tenaga kesehatan), TNI/POLRI, dan pejabat negara.
MISI 7: Melanjutkan pembangunan infrastruktur desa, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan menyediakan rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan.
MISI 8:Mendirikan Badan Penerimaan Negara dan meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) ke 23%.