Ilustrasi. Media Indonesia.
Ilustrasi. Media Indonesia.

Aturan Baru Penerbangan Domestik, Tak Wajib PCR dan Antigen

Antara • 19 Mei 2022 11:15
Jakarta: Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan sejumlah aturan baru penerbangan domestik dalam Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Salah satunya, penumpang tak wajib menunjukkan hasil tes covid-19 bila sudah mendapat vaksin dosis lengkap dan booster.
 
"Kecuali bagi yang baru menerima satu dosis vaksin diwajibkan hasil PCR 3x24 jam atau antigen 1x24 jam," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis, Kamis, 19 Mei 2022.
 
Wiku mengatakan aturan dalam surat edaran ini berlaku mulai 18 Mei 2022. Pembaruan yang tertuang dalam surat edaran ini seperti syarat perjalanan yang berlaku sebelum Idulfitri dan Mudik 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, kata Wiku, kewajiban menunjukkan kartu vaksin dan hasil negatif covid-19 dapat dikecualikan bagi yang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Namun, harus ada surat keterangan dari rumah sakit (RS) pemerintah yang menyatakan tidak bisa disuntik vaksin.
 
Baca: Kesembuhan Pasien Covid-19 Alami Peningkatan Dalam Sepekan Terakhir
 
Selanjutnya, anak usia kurang dari 6 tahun tak perlu tes covid-19 dan menunjukkan kartu vaksinasi. Dengan catatan, pendampingnya telah memenuhi syarat perjalanan sesuai ketentuan.
 
Satgas Covid-19 juga membarui peraturan perjalanan luar negeri dalam surat edaran Nomor 19 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Seluruh PPLN tidak wajib menunjukkan hasil tes covid-19 sebelum memasuki Indonesia. 
 
"Dengan catatan telah memenuhi kelengkapan data profil di PeduliLindungi," ujar dia.
 
Namun, tes ulang masih berlaku bagi PPLN yang bergejala mirip covid-19 atau suhu di atas 37,5 derajat celsius. Tes juga diberlakukan bagi mereka yang wajib karantina sebagai syarat untuk menyelesaikannya. 
 
"Khusus karantina 5x24 jam diperuntukkan bagi yang belum divaksin atau sudah dosis pertama minimal 14 hari sebelum keberangkatan," ungkap dia.
 
 

Kemudian, pelaku perjalanan internasional yang telah menjalani isolasi atau perawatan dan telah dinyatakan tidak aktif menularkan, tidak wajib tes ulang saat kedatangan. Sama seperti pengaturan sebelumnya, kategori ini akan dikecualikan untuk menunjukkan sertifikat vaksin dengan syarat mampu menunjukkan surat keterangan dari RS pemerintah atau Kementerian Kesehatan negara keberangkatan.
 
Lalu, pemerintah menetapkan penambahan pintu masuk internasional. Enam bandar udara baru dibuka untuk perjalanan internasional, yaitu Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Sumatera Barat), Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumatra Selatan), Adisumarmo (Jawa Tengah), Syamsuddin Noor (Kalimantan Selatan), dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Kalimantan Timur).
 
Kebijakan serupa juga berlaku untuk mendukung operasional program haji yang akan dibuka 4 Juni hingga 15 Agustus 2022. Seluruh pelabuhan internasional di Indonesia juga dibuka. Lalu, enam perbatasan lintas batas negara jalur darat seperti Nanga Badau (Kalimantan Barat), Motamasin (NTT), Wini (NTT), Skouw (Papua), dan Sota (Papua) kembali dibuka.
 
Baca: Satgas Covid-19 Sebut Tak Ada Lonjakan Kasus Usai Libur Lebaran
 
Menurut Wiku, dua surat edaran yang mengatur aktivitas perjalanan domestik dan mancanegara ini dalam rangka menindaklanjuti arahan pemerintah untuk transisi menuju endemi covid-19. Aturan lainnya seperti memakai masker tetap diwajibkan. 
 
"Mengingat adanya relaksasi, perjalanan antarpenumpang akan semakin terkompromi, sehingga diperlukan upaya menghindari potensi penularan semaksimal mungkin dengan meminimalisasi adanya droplet di tempat tertutup seperti alat transportasi," jelas dia.
 
Wiku menambahkan penumpang seluruh moda transportasi tidak boleh berbicara selama perjalanan domestik dan internasional. Masyarakat diminta senantiasa waspada, siaga, dan adaptif dengan berbagai perubahan aturan. Sehingga, upaya pencegahan covid-19 dapat dilakukan sedini mungkin.
 
"Pada prinsipnya untuk menyelamatkan banyak jiwa, diperlukan investasi yang besar terhadap sektor kesehatan dan sistem pendukungnya, termasuk membudayakan perilaku bersih dan sehat di setiap sendi kehidupan," ungkapnya.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif