Ilustrasi. Media Indonesia.
Ilustrasi. Media Indonesia.

Aturan Baru Penerbangan Domestik, Tak Wajib PCR dan Antigen

Antara • 19 Mei 2022 11:15

Kemudian, pelaku perjalanan internasional yang telah menjalani isolasi atau perawatan dan telah dinyatakan tidak aktif menularkan, tidak wajib tes ulang saat kedatangan. Sama seperti pengaturan sebelumnya, kategori ini akan dikecualikan untuk menunjukkan sertifikat vaksin dengan syarat mampu menunjukkan surat keterangan dari RS pemerintah atau Kementerian Kesehatan negara keberangkatan.
 
Lalu, pemerintah menetapkan penambahan pintu masuk internasional. Enam bandar udara baru dibuka untuk perjalanan internasional, yaitu Sultan Iskandar Muda (Aceh), Minangkabau (Sumatera Barat), Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumatra Selatan), Adisumarmo (Jawa Tengah), Syamsuddin Noor (Kalimantan Selatan), dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Kalimantan Timur).
 
Kebijakan serupa juga berlaku untuk mendukung operasional program haji yang akan dibuka 4 Juni hingga 15 Agustus 2022. Seluruh pelabuhan internasional di Indonesia juga dibuka. Lalu, enam perbatasan lintas batas negara jalur darat seperti Nanga Badau (Kalimantan Barat), Motamasin (NTT), Wini (NTT), Skouw (Papua), dan Sota (Papua) kembali dibuka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Satgas Covid-19 Sebut Tak Ada Lonjakan Kasus Usai Libur Lebaran
 
Menurut Wiku, dua surat edaran yang mengatur aktivitas perjalanan domestik dan mancanegara ini dalam rangka menindaklanjuti arahan pemerintah untuk transisi menuju endemi covid-19. Aturan lainnya seperti memakai masker tetap diwajibkan. 
 
"Mengingat adanya relaksasi, perjalanan antarpenumpang akan semakin terkompromi, sehingga diperlukan upaya menghindari potensi penularan semaksimal mungkin dengan meminimalisasi adanya droplet di tempat tertutup seperti alat transportasi," jelas dia.
 
Wiku menambahkan penumpang seluruh moda transportasi tidak boleh berbicara selama perjalanan domestik dan internasional. Masyarakat diminta senantiasa waspada, siaga, dan adaptif dengan berbagai perubahan aturan. Sehingga, upaya pencegahan covid-19 dapat dilakukan sedini mungkin.
 
"Pada prinsipnya untuk menyelamatkan banyak jiwa, diperlukan investasi yang besar terhadap sektor kesehatan dan sistem pendukungnya, termasuk membudayakan perilaku bersih dan sehat di setiap sendi kehidupan," ungkapnya.
 
(AGA)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif