Demam berdarah ilustrasi. Medcom.id
Demam berdarah ilustrasi. Medcom.id

DBD Nyaris Terlupakan

Nasional demam berdarah Rangkuman Nasional
Renatha Swasty • 12 Maret 2020 00:09
Jakarta: Virus korona (covid-19) yang menyebar di lebih dari 90 negara membuat ketakutan tak terkecuali di Indonesia. Apalagi, setelah pemeritah mengumumkan pasien positif korona di Tanah Air, Senin, 2 Maret 2020.
 
Kehebohan itu menutupi masalah besar yang tengah terjadi di Nusa Tenggara Timur. Tiga kabupaten di NTT, yakni Lembata, Sikka, dan Alor menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD).
 
(Baca:3 Kabupaten di NTT Tetapkan KLB DBD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ribuan kasus DBD tercatat terjadi di NTT. Sebanyak 32 orang meninggal hingga Rabu, 11 Maret 2020, atau sembilan hari setelah pemerintah mengumumkan kasus pertama korona.
 
Kasus DBD sudah terjadi sejak akhir Januari namun baru mendapat perhatian pemerintah akhir Maret. Berikut rangkuman mengenai DBD yang terjadi di Indonesia:

1. Ratusan Korban Meninggal

Sebanyak 104 orang meninggal akibat DBD hingga Rabu, 11 Maret 2020. Kasus kematian paling banyak terjadi di NTT.
 
"Di NTT ada 32 orang meninggal karena DBD," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu 11 Maret 2020.
 
(Baca: 104 Jiwa Meninggal Akibat DBD)
 
Provinsi dengan korban jiwa terbanyak disusul Jawa Barat 15 orang, Jawa Timur 13 orang, Lampung 11 orang, Jawa Tengah 4 orang, Bengkulu 3 orang, dan Sulawesi Utara 3 orang.

2. Kasus DBD Tertinggi di Lampung

Kementerian Kesehatan mencatat kasus DBD di seluruh Indonesia 17.820 kasus. Provinsi Lampung menjadi daerah yang paling banyak kasus DBD dengan 3.423 kasus.
 
"Ada enam kabupaten/kota yang kasusnya cukup tinggi. Lampung Selatan, Pringsewu, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Bandara Lampung," kata Siti Nadia.
 
Siti menuturkan Lampung Selatan 664 kasus, Pringsewu 591 kasus, Lampung Tengah 490 kasus. Kemudian, Lampung Timur 378 kasus, Lampung Utara 270 kasus, dan Bandara Lampung 270 kasus.

3. Jakarta Masuk Zona Merah DBD

Sejumlah provinsi masuk kategori zona merah DBD. Ini lantaran memiliki lebih 500 kasus DBD.
 
"DKI Jakarta 583 kasus," kata Siti Nadia kepada Medcom.id, Senin, 9 Maret 2020.
 
(Baca:Jakarta Masuk Zona Merah DBD)
 
Selain Jakarta, ada delapan provinsi lain yang juga masuk zona merah, yakni NTT, Lampung, Jawa Timur, Jawa Barat, Jambi, Jawa Tengah. Kemudian Riau, Sumatra Selatan, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Provinsi lain dengan angka kasus DBD di bawah 500 masuk zona kuning dan hijau.

4. Kabupaten Sikka Jadi Perhatian

Kematian akibat DBD di Kabupaten Sikka mencapai 14 orang hingga Rabu, 11 Maret 2020. Sementara jumlah kasus DBD mencapai 1.216 kasus.
 
Sejumlah pihak geram lantaran pemerintah terlalu fokus pada virus korona. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, meminta pemerintah tidak cuma fokus pada permasalahan virus covid-19. Masalah DBD di NTT dinilai lebih urgen.
 
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengingatkan pemerintah tidak cuma perhatian pada wabah yang baru muncul. Padahal, ada penyakit-penyakit yang muncul tiap tahun di Indonesia.
 
(Baca:Musabab Tingginya Kematian DBD di NTT)
 
“Jangan sampai kasus korona juga mengalihkan perhatian kita," tutur dia.
 
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akhirnya mengunjungi Kabupaten Sikka, Senin, 9 Maret 2020. Terawan membesuk puluhan pasien DBD yang didominasi anak-anak di RSUD TC Hillers Maumere, Sikka, NTT.
 
"Negara siap menangani DBD hingga tuntas nol kasus. Tetap semangat ya," ujar Terawan.
 
(Baca:Kasus DBD di Sikka Meningkat, Menkes Kunjungi Lokasi)
 

(REN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif