Ilustrasi Medcom.id.
Ilustrasi Medcom.id.

Langkah Bareskrim Menyita Aset Indosurya Senilai Rp2 Triliun Dinilai Tepat

Nasional polri Penegakan Hukum Investasi Bodong koperasi Penipuan investasi
Juven Martua Sitompul • 25 April 2022 20:15
Jakarta: Langkah Bareskrim Polri menyita sejumlah aset dalam kasus dugaan penipuan investasi KSP Indosurya dinilai tepat. Aset-aset tersebut dapat digunakan untuk pembuktian perbuatan para tersangka.
 
"Menurut saya tindakan polisi telah tepat. Urgensitas sita tersebut adalah untuk kepentingan pembuktian oleh penyidik," kata pakar hukum pidana Universitas Brawijaya (Unbraw), Aan Eko Widiarto, kepada wartawan, Minggu, 25 April 2022.
 
Hingga kini total aset yang disita dalam kasus Indosurya mencapai Rp2 triliun. Terakhir, pada Kamis 21 April 2022, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri kembali menyita aset tersangka kasus dugaan penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Kali ini, polisi menyita 2 lantai di Sudirman Suites Apartment senilai Rp160 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bareskrim sedang mengajukan penetapan penyitaan terhadap dua lantai apartemen mewah itu. Penetapan penyitaan diajukan kepada PN Jakpus.
 
Menurut Aan, penyidik Bareskrim membutuhkan aset para tersangka untuk kepentingan pembuktian. Setelah penyidikan selesai, aset-aset itu bisa dikembalikan kepada para nasabah. Penyitaan ini juga untuk mencegah tiga petinggi Indosurya yang menjadi tersangka menyamarkan aset aset tersebut.
 
"Menurut saya begitu, penegak hukum cepat menuntaskan sehingga barang bukti bisa segera dikembalikan kepada yang berhak atau nasabah," ujarnya.
 
Hal senada disampaikan pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar. Dia berpendapat langkah Bareskrim menyita aset tersebut merupakan upaya mencegah para tersangka menyamarkan aset-aset. Selain itu, kata Fickar, penyitaan tersebut merupakan upaya untuk menyelamatkan barang bukti.
 
Baca: Gedung KSP Indosurya di Jakpus Disita, Bernilai Rp1,2 Triliun
 
Polri harus mengusut tuntas kasus yang merugikan para nasabah KSP Indosurya. "Totalitas menjalani tugas dan kewenangan itu dengan konsekuen dan konsisten," kata Fickar.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif