Kepulan asap dari Kilang Minyak Pertamina yang terbakar. Foto: MI/Liliek Dharmawan
Kepulan asap dari Kilang Minyak Pertamina yang terbakar. Foto: MI/Liliek Dharmawan

Kaleidoskop Jateng 2021: 2 Kali Kilang Minyak Cilacap Kebakaran

Mustholih • 27 Desember 2021 18:08
Semarang: Kebakaran yang melanda kilang minyak Pertamina RU IV Cilacap, Cilacap. Jawa Tengah, menjadi peristiwa yang disorot di Jateng, selama 2021. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa kebakaran tersebut.
 
Kilang minyak Pertamina Cilacap terbakar pada Sabtu, 13 November 2021. Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi, mengungkap kebakaran kilang minyak Cilacap terjadi akibat induksi sambaran petir.
 
Kesimpulan itu dikuatkan dengan bukti rekaman tujuh CCTV yang merekam sebelum kilang minyak Cilacap terbakar. Kilat diduga menyambar tangki minyak, kemudian muncul kebakaran di kilang minyak Cilacap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk memperkuat bukti kebakaran kilang minyak terjadi akibat sambaran petir, tim gabungan Mabes Polri, Polda Jawa Tengah, dan Polres Cilacap memeriksa 13 saksi terkait kebakaran tangki kilang minyak Pertamina di Cilacap. Selengkapnya baca di sini.
 
Salah satu saksi mata kebakaran tangki kilang minyak Pertamina Cilacap, Yoyok, mengungkap sempat terjadi ledakan hingga tiga kali sebelum kebakaran terjadi.
 
Kepala Kelurahan Lomanis, Wahyu Indarto, mengungkap sebanyak 800 warga terdampak kebakaran kilang minyak Cilacap. Mereka sempat mengungsi di posko darurat di Kantor Kelurahan Lomanis. Selengkapnya baca di sini.
 
Setelah dinyatakan padam pada 14 November 2021, kebakaran kilang minyak Cilacap berdampak pada pencemaran lingkungan. Sejumlah sumur milik warga Cilacap berubah warna menjadi hitam. Selengkapnya baca di sini.
 
 

Kilang Minyak Cilacap Juga Kebakaran pada 11 Juni 


Kebakaran kilang minyak Cilacap bukan cuma sekali. Peristiwa kebakaran itu pernah terjadi pada 11 Juni 2021, pada tangki T39 yang berisi benzena untuk produk dasar petrokimia.
 
Pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan sepertiga produk benzena atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tangki 3.000 barel. Kebakaran itu juga terjadi saat hujan lebat disertai petir. Upaya pemadaman api melibatkan 50 tenaga pemadam yang menyemprotkan foam ke arah titik api. Selengkapnya baca di sini.
 
Sepanjang 2021, kilang minyak Pertamina sebenarnya sudah tiga kali mengalami kebakaran. Sebelum Cilacap, kebakaran kilang minyak juga sempat terjadi di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
 
Kilang minyak Balongan terbakar pada 29 Maret 2021. Pihak berwenang ketika itu mengungkap kebakaran kilang minyak Balongan juga terjadi akibat sambaran petir atau induksi pada tangki G. Selengkapnya baca di sini.

Ombudsman: Setiap Tahun Tangki di Indonesia Kebakaran


Temuan Ombudsman Republik Indonesia mengungkap tangki di Indonesia hampir setiap tahun terbakar dan meledak akibat sambaran petir. Komisioner Ombudsman, Hery Susanto, menyatakan sejak 1995, tangki kilang minyak di Indonesia sudah pernah 17 kali meledak dan terbakar akibat sambaran petir.
 
Sehingga, Hery menilai standar internasional NFPA dan API yang diterapkan untuk keamanan kilang minyak di Tanah Air sebenarnya tidak mencukupi untuk melindungi salah satu aset vital negara tersebut dari sambaran petir tropis.
 
Sebab, kata Hery, petir di Indonesia memiliki ekor gelombang yang panjang. Sehingga parameter muatan arusnya lebih besar dibandingkan petir subtropis yang biasa terjadi di Eropa.
 
"Itu hasil pembahasan kajian Ombudsman RI bersama ahli petir dari ITB di 25 Oktober 2021, yang pernah kami undang ke Kantor Ombudsman untuk melengkapi laporan investigasi inisiatif Ombudsman RI atas kasus kebakaran kilang minyak Balongan Indramayu Jawa Barat yang terjadi pada akhir Maret 2021 lalu," jelas Hery. Selengkapnya baca di sini.
 
(LDS)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif