Warga Sudan memprotes kudeta yang dilakukan militer. Foto: AFP
Warga Sudan memprotes kudeta yang dilakukan militer. Foto: AFP

Bentrok Warga Lawan Tentara Sudan Masih Berlangsung, Korban Bertambah

Internasional Amerika Serikat Kudeta Sudan Sudan Pembubaran Pemerintah Sudan
Fajar Nugraha • 29 Oktober 2021 07:29
Khartoum: Korban tewas meningkat saat ibu kota Sudan diguncang lebih banyak bentrokan. Setidaknya satu pengunjuk rasa antikudeta tewas, kata petugas medis, pada hari keempat konfrontasi dengan tentara di Khartoum.
 
Pasukan keamanan bentrok dengan pengunjuk rasa yang marah atas kudeta militer yang menggagalkan transisi rapuh menuju demokrasi dan memicu kecaman internasional. Amerika Serikat (AS) dan PBB meningkatkan tekanan pada pemerintah militer baru Sudan.
 
Baca: AS Berikan Dukungan untuk Pedemo Antikudeta di Sudan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dewan Keamanan PBB meminta militer untuk memulihkan pemerintah yang dipimpin sipil yang mereka gulingkan pada Senin. DK PBB dalam pernyataan yang disahkan dengan suara bulat menyatakan "keprihatinan serius" tentang perebutan kekuasaan tentara di negara Afrika Timur Laut yang dilanda kemiskinan dan mendesak semua pihak "untuk terlibat dalam dialog tanpa prasyarat".
 
Setelah pernyataan Dewan Keamanan PBB, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan negaranya mendukung para demonstran.
 
Bersama-sama, pesan kami kepada otoritas militer Sudan luar biasa dan jelas: rakyat Sudan harus diizinkan untuk memprotes secara damai dan pemerintah transisi yang dipimpin sipil harus dipulihkan,” katanya dalam sebuah pernyataan.
 
“Peristiwa beberapa hari terakhir adalah kemunduran besar, tetapi Amerika Serikat akan terus berdiri bersama rakyat Sudan dan perjuangan tanpa kekerasan mereka,” kata Biden, yang pemerintahnya telah membekukan bantuan.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif