Sementara itu Pangeran Harry menilai isu ini lebih besar dari
BBC. "Efek dari budaya eksploitasi dan praktik tidak etis telah merenggut nyawa ibu saya," tutur Harry.
"Kepada mereka yang memiliki semacam akuntabilitas, terima kasih. Ini adalah langkah pertama menuju keadilan dan kebenaran," tulis Harry dalam surat kecamannya kepada
BBC.
"Hal yang mengkhawatirkan saya adalah praktik-praktik (tipu daya, eksploitasi) semacan itu, atau bahkan lebih buruk lagi, masih dilakukan secara luas saat ini," sambung dia.
Baca:
Pangeran Harry Takut Meghan Markle seperti Putri Diana
Hubungan kedua pangeran merenggang usai Harry memutuskan mundur dari tugas kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya tahun lalu. Namun keduanya sama-sama mengalami hubungan buruk dengan media, dan pernyataan tertulis mereka dirilis dalam waktu bersamaan pada Kamis kemarin.
Pemimpin
BBC, Richard Sharp, mengatakan bahwa pihaknya menerima kesimpulan investigasi dan mengakui adanya "beberapa kegagalan yang tidak dapat diterima."
BBC telah menuliskan surat permohonan maaf kepada keluarga kerajaan Inggris.
Bashir, yang merupakan editor keagamaan
BBC News, meninggalkan perusahaan pekan kemarin atas alasan kesehatan. Jurnalis berusia 58 tahun itu mengalami komplikasi serius terkait Covid-19.
Dalam pernyataannya, Bashir mengaku menyesal telah memalsukan dokumen perbankan, dan menyebut langkah tersebut sebagai sebuah "perbuatan bodoh." Namun ia menambahkan bahwa perbuatannya itu dirasa "tidak berdampak pada pilihan pribadi Putri Diana untuk mengikuti atau tidak mengikuti wawancara."
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(WIL)