Pesawat Boeing 737 MAX yang tengah lepas landas. Foto: AFP
Pesawat Boeing 737 MAX yang tengah lepas landas. Foto: AFP

Beri Informasi Palsu, Pilot Tes Boeing Didakwa 100 Tahun Penjara

Fajar Nugraha • 17 Oktober 2021 22:33
Washington: Pilot uji Mark Forner didakwa 100 tahun penjara atas tuduhan memberikan informasi palsu terkait pesawat Boeing 737 Max. Forner dianggap memberikan informasi salah untuk menyelamatkan uang Boeing.
 
Juri pengadilan federal di Dallas, Amerika Serikat (AS) mendakwa mantan pilot uji Boeing 737 Max Mark Forkner pada Kamis dengan tuduhan menipu Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dalam sertifikasi pesawat yang cacat fatal.
 
Forkner, 49, dari Keller, memberi FAA "informasi yang salah, tidak akurat, dan tidak lengkap secara material" tentang sistem penstabil penerbangan otomatis (MCAS). Sistem ini menjadi penyebab dua kecelakaan Boeing 737 Max yang menewaskan 346 orang pada 2018 dan 2019 di Indonesia dan Ethiopia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kecelakaan itu menyebabkan pesawat terlaris dilarang terbang selama 20 bulan dan memicu penyelidikan di seluruh dunia yang menemukan sistem perangkat lunak yang salah. Penyelidikan juga diarahkan pengambilan keputusan yang dipertanyakan oleh para pemimpin Boeing di dunia manufaktur pesawat berisiko tinggi.
 
Karena dugaan penipuan Forkner, jaksa pemerintah mengatakan, dokumen kunci yang diterbitkan oleh FAA dan digunakan dalam manual pesawat dan materi pelatihan pilot oleh maskapai penerbangan yang berbasis di AS tidak menyebutkan Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver. Sistem, ketika dipasangkan dengan sensor yang rusak, mengambil kendali pesawat dari pilot dan mengarahkannya ke tanah.
 
Menurut jaksa, kelalaian MCAS juga kemungkinan mempengaruhi keputusan maskapai yang membeli pesawat 737 Max generasi berikutnya.
 
“Dalam upaya untuk menghemat uang Boeing, Forkner diduga menyembunyikan informasi penting dari regulator,” kata Chad E. Meacham, penjabat Jaksa AS untuk Distrik Utara Texas, seperti dikutip dari NPR.
 
“Pilihannya yang tidak berperasaan untuk menyesatkan FAA menghambat kemampuan badan tersebut untuk melindungi publik yang terbang dan membuat pilot dalam kesulitan, kekurangan informasi tentang kontrol penerbangan 737 Max tertentu,” ucapnya.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif