Mantan Presiden AS Donald Trump. (AFP)
Mantan Presiden AS Donald Trump. (AFP)

Terungkap, Kepala Staf Trump Pimpin Penyerbuan Gedung Capitol pada 2021

Internasional Amerika Serikat pemilu as donald trump Penyerbuan Gedung Capitol AS
Medcom • 26 April 2022 20:04
Washington: Sebanyak 2.319 pesan yang diterima dan dikirim mantan Kepala Staf Donald Trump, Mark Meadows, membuktikan rencana licik untuk membatalkan penghitungan suara pemilihan umum (Pemilu) pada 6 Januari 2021. 
 
CNN merilis ribuan pesan tersebut pada Senin, 25 April 2022, yang mengonfirmasi bahwa pemerintah eksekutif dan sebagian Partai Republik bekerja sama dalam upaya membangun pemerintahan diktator.
 
Pernyataan pihak Trump selama ini otomatis terbantahkan, di mana sebelumnya serangan terhadap Capitol terus disebut sebagai aksi mendadak, spontan, dan tidak serius.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejumlah pesan teks ini menunjukkan linimasa ketika tim Trump menggali semua sudut untuk menemukan bukti kecurangan Pemilu dan mencoba menggagalkan Pemilu," lapor CNN.
 
"Sejak hari Pemilu, Meadows berada di tengah itu semua, menghubungkan para aktivis yang mendorong teori konspirasi untuk turut serta dalam strategi GOP (Grand Old Party - julukan Partai Republik) dan penyelenggara unjuk rasa dalam persiapan 6 Januari."
 
Perwakilan fasis Partai Republik seperti Mo Brooks (Alabama) dan Marjorie Taylor Greene (Georgia), juga senator Ted Cruz (Texas) menjalankan peran dalam kudeta melalui Kongres. Sementara itu, pejabat tinggi dari Partai Republik memanfaatkan relasinya dan membahas cara berkomunikasi yang tepat untuk rencana tersebut.
 
Meadows berhubungan dengan jurnalis sayap kanan dan selebritas televisi seperti Sean Hannity dalam rangka mengarahkan narasi media dan memperoleh dukungan untuk Trump. 
 
Ia juga berkorespondensi dengan jaringan tokoh yang mempunyai koneksi terhadap kelompok neo-Nazi dan kelompok bersenjata fasis. 
 
Pesan yang dipublikasi bahkan memperlihatkan Meadows sendiri terlibat dalam mengatur susunan pembicara untuk unjuk rasa 6 Januari. 
 
Pendukung Trump memilih 6 Januari 2021, tanggal sertifikasi konstitusional Electoral College, berminggu-minggu sebelumnya. Keputusan itu dengan cepat diambil setelah diketahui bahwa pengadilan tidak akan membatalkan hasil pemungutan suara. 
 
"Pada 21 Desember, Brooks, anggota kongres dari Alabama, menulis kepada Meadows dan lainnya dalam sebuah grup percakapan menanyakan apakah dirinya harus terlibat dengan media tentang ‘penyusunan strategi 6 Januari kami," tulis CNN.
 
Lalu, pada 26 Desember, mantan gubernur Texas Rick Perry menulis, “Mark, hanya mengecek mengingat waktu semakin dekat. 11 hari menuju 1/6 dan 25 hari menuju pelantikan. Kita harus beraksi!” Meadows menjawab, "Saya paham, saya pikir saya mengerti."
 
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif