Keempat tersangka berinisial RES, AK, I, dan M. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan rekaman digital yang merekam aktivitas di lokasi kejadian.
Peran Empat Tersangka Hafalan Alquran Berhadiah Miras
RES disebut memiliki peran sebagai pembawa acara atau MC. Dia disebut ikut berinteraksi dengan pengunjung di depan booth Newport tempat tantangan hafalan Alquran tersebut berlangsung.Berbeda dengan RES, tersangka I dan AK diduga menjadi pihak yang menawarkan tantangan kepada pengunjung. Mereka disebut memberikan imbalan berupa sebotol minuman beralkohol bagi penonton The Sounds Project yang mampu melafalkan surah tertentu.
Surah yang disebut dalam tantangan tersebut adalah Al-Ikhlas dan Ad-Dhuha. Tantangan itulah yang kemudian menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.
Baca Juga :
Rumah MC Booth Newport di The Sounds Project Didatangi Ormas Imbas Tantangan Berhadiah Miras
Sementara itu, M memiliki peran yang berbeda. Dia disebut tampil dan melafalkan Surat Ad-Dhuha melalui pengeras suara dalam rangkaian aktivitas tersebut. Dua tersangka dipastikan sudah ditahan.
"Berdasarkan rangkaian penyidikan dan alat bukti yang diperoleh, penyidik telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial RES, AK, I, dan M," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.
"RES dan AK ditangkap pada Rabu, 12 Agustus 2026, setelah penanganan perkara dilimpahkan dari Polres Metro Jakarta Utara. Keduanya telah ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya terhitung mulai hari ini. Sementara itu, proses hukum terhadap dua tersangka lainnya terus dilakukan sesuai prosedur," jelas Iman.
Dalam penyidikan, polisi telah memeriksa lima saksi yang berasal dari sejumlah pihak. Mereka antara lain pihak pengelola kawasan, penyelenggara acara, serta orang-orang yang berada di sekitar lokasi ketika kejadian berlangsung.
Polisi juga menyita lima flashdisk berisi rekaman digital. Rekaman tersebut menjadi salah satu bahan penyidik untuk mengurai aktivitas dan peran masing-masing orang yang terlibat.
Klarifikasi Pihak The Sounds Project
Promotor The Sounds Project sendiri sebelumnya menyampaikan permintaan maaf terkait tantangan hafalan Alquran berhadiah miras yang terjadi di booth miras Newport. Mereka ikut mengecam kejadian itu.Promotor juga mengecam penggunaan agama sebagai bagian dari aktivitas promosi di area festival. The Sounds Project menegaskan bahwa agama tidak boleh dijadikan bahan tantangan atau aktivitas pemasaran dalam bentuk apa pun.
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," lanjut pernyataan tersebut.
The Sounds Project kemudian menyatakan akan menegur pihak sponsor, mengawal proses identifikasi pihak yang terlibat langsung, serta melakukan evaluasi internal. Langkah tersebut diambil untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi pada penyelenggaraan festival berikutnya.
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak The Sounds Project.
Baca Juga :
Klarifikasi Newport soal Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras di The Sounds Project
MC Booth Newport Minta Maaf
Sebelumnya, Revnaldo Ega Siahaan alias Ega yang menjadi MC booth minuman Newport menyampaikan permintaan maaf setelah video tantangan membaca Alquran dengan hadiah minuman beralkohol viral di media sosial."Saya Ega selaku MC pada acara musik yang bertugas di booth Newport pada hari Minggu, 9 Agustus 2026. Dengan ini menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu," tulis Ega.
Menurut Ega, dirinya saat itu tengah berinteraksi dengan pengunjung booth ketika seorang audiens tiba-tiba mengambil alih mikrofon. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah sayembara yang melibatkan pelafalan salah satu surat dalam Alquran.
"Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut," tulisnya.
Ega mengakui dirinya lalai karena tidak segera mengambil kembali mikrofon setelah mengetahui adanya sayembara tersebut. Sebagai MC, dia memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh aktivitas di area panggung tetap berjalan sesuai konsep yang telah ditetapkan.
"Karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan konsep yang telah ditentukan oleh brand," tulis Ega.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda