Dalam video yang menjadi sorotan, seorang pengunjung perempuan terlihat melafalkan Surah Ad-Duha setelah muncul sayembara dengan hadiah berupa minuman beralkohol. Rekaman tersebut kemudian memicu perdebatan karena aktivitas keagamaan tersebut dikaitkan dengan promosi produk minuman beralkohol.
Penyebaran video itu membuat booth Newport menjadi hujatan warganet. Kritik terutama diarahkan pada penggunaan ayat Alquran dalam sebuah aktivitas yang melibatkan hadiah minuman beralkohol.
Menanggapi polemik tersebut, Newport menyatakan bahwa aktivitas yang terekam dalam video bukan bagian dari program maupun strategi promosi yang mereka rancang. Perusahaan menegaskan aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi.
"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," kata Handoko Sasongko selaku Direktur Newport dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2028).
Meski demikian, Newport mengakui terdapat kelemahan dalam pengawasan di lapangan. Salah satu persoalan yang disoroti adalah pengunjung yang dapat mengambil alih mikrofon dari MC sehingga aktivitas spontan tersebut berlangsung tanpa segera dihentikan.
"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," lanjutbta.
Atas kejadian itu, Newport menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf secara khusus ditujukan kepada umat Muslim, tokoh agama, serta seluruh masyarakat Indonesia yang merasa tidak nyaman atau terluka akibat kejadian tersebut.
"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ujarnya.
Newport mengklaim sikapnya yang menghormati nilai agama, keyakinan, budaya, dan adat istiadat yang berkembang di Indonesia. Mereka menyebut penghormatan terhadap nilai tersebut menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas yang melibatkan masyarakat.
"Newport menghormati nilai-nilai agama serta sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal yang penting dalam setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat," ungkapnya,
Sebagai langkah lanjutan, manajemen Newport menyatakan telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan terhadap personel terkait. Perusahaan juga memperketat arahan serta prosedur bagi tim dan mitra yang bertugas dalam kegiatan di lapangan.
"Sebagai tindak lanjut atas peristiwa ini, Newport telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan terhadap personil terkait, serta memperkuat arahan dan prosedur kepada seluruh tim serta mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Pihak perusahaan menyebut insiden tersebut menjadi evaluasi besar untuk memperbaiki standar operasional. Newport berencana menerapkan pedoman yang lebih ketat dengan memasukkan aspek penghormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, dan etika masyarakat sebagai bagian dari standar kegiatan.
"Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan," lanjut pernyataan tersebut.
"Manajemen Newport berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang," tegas Newport.
Viral Tantangan Baca Alquran Hadiah Miras di Booth Newport
Sebelumnya, pihak The Sounds Project juga telah menyampaikan sikap terkait kontroversi di area festival. Promotor mengatakan membutuhkan waktu untuk memastikan fakta sebelum mengambil langkah karena kejadian tersebut melibatkan sejumlah pihak."Kami membutuhkan waktu untuk sampai pada pernyataan ini. Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan," ungkap pihak The Sounds Project.
Promotor juga mengecam penggunaan agama sebagai bagian dari aktivitas promosi di area festival. The Sounds Project menegaskan bahwa agama tidak boleh dijadikan bahan tantangan atau aktivitas pemasaran dalam bentuk apa pun.
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," lanjut pernyataan tersebut.
The Sounds Project kemudian menyatakan akan menegur pihak sponsor, mengawal proses identifikasi pihak yang terlibat langsung, serta melakukan evaluasi internal. Langkah tersebut diambil untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi pada penyelenggaraan festival berikutnya.
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak The Sounds Project.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda