Guruh Soekarnoputra (Foto: instagram)
Guruh Soekarnoputra (Foto: instagram)

Megawati Menangis di Pusara Guruh Soekarnoputra

Elang Riki Yanuar • 26 September 2026 16:42
Ringkasnya gini..
  • Megawati Soekarnoputri tak kuasa menahan tangis saat memberikan penghormatan terakhir di pusara adiknya, Guruh Soekarnoputra.
  • Megawati dan Sukmawati Soekarnoputri menjadi orang pertama yang menaburkan bunga dan menyiram air mawar di makam Guruh.
  • Rano Karno mengenang Guruh Soekarnoputra sebagai maestro budaya yang memilih membangun jalannya sendiri melalui dunia kebudayaan.
Jakarta: Suasana haru menyelimuti pemakaman Guruh Soekarnoputra di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 September 2026. Kakak kandung Guruh, Megawati Soekarnoputri, tampak tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan prosesi pemakaman adiknya.

Megawati yang hadir bersama sejumlah anggota keluarga terlihat beberapa kali menyeka air mata yang membasahi pipinya. Tatapan haru tampak dari wajah Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut ketika berada di sisi pusara Guruh.

Setelah jenazah Guruh Soekarnoputra dimakamkan, Megawati bersama adiknya, Sukmawati Soekarnoputri, menjadi orang pertama yang menaburkan bunga di atas pusara. Keduanya berjalan berdampingan menuju makam Guruh dengan didampingi Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Megawati dan Sukmawati kemudian menaburkan bunga serta menyiramkan air mawar ke makam adik mereka. Momen tersebut berlangsung penuh keheningan dan menjadi salah satu bagian paling emosional dalam prosesi pemakaman Guruh.
 
Mata Megawati tampak berkaca-kaca ketika berdiri di hadapan pusara Guruh. Setelah Megawati dan Sukmawati selesai menaburkan bunga, anggota keluarga lain secara bergantian melakukan hal serupa sembari memanjatkan doa.

Puan Maharani dan Prananda Prabowo turut mendampingi Megawati sepanjang prosesi pemakaman. Sejumlah politikus dan tokoh nasional yang hadir juga terlihat memberikan penghormatan terakhir kepada Guruh dengan menaburkan bunga di makamnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut menyampaikan eulogi dalam pemakaman tersebut. Dalam pidatonya, Rano menyebut kepergian Guruh sebagai kehilangan besar bagi Indonesia, khususnya bagi dunia seni dan kebudayaan.

"Hari ini Indonesia kehilangan seorang seniman besar. Indonesia kehilangan seorang maestro budaya. Keluarga besar PDI Perjuangan kehilangan pejuang partai dan kaum marhaenis kehilangan salah seorang yang sepanjang hidupnya tetap membawa keyakinan tentang keberpihakan kepada rakyat," tutur Rano.

Rano juga mengenang Guruh sebagai sosok yang tidak sekadar dikenal karena statusnya sebagai putra Presiden Sukarno dan Fatmawati. Menurut dia, Guruh memilih membangun perjalanan hidupnya sendiri melalui dunia kebudayaan.

"Mas Guruh adalah putra Bung Karno dan Ibu Fatmawati, tapi ia tidak memilih hanya hidup di bawah kebesaran nama orang tuanya. Ia memilih menciptakan jalannya sendiri dan jalan itu bernama kebudayaan," tambahnya.
Sejumlah tokoh turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Guruh Soekarnoputra. Mereka di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, sekitar pukul 04.16 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan. Putra bungsu Presiden Sukarno dan Fatmawati tersebut mengembuskan napas terakhir dalam usia 73 tahun setelah sempat menjalani perawatan karena sakit.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA