Putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno dan Ibu Fatmawati ini menghembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kepergian sosok yang lahir pada 13 Januari 1953 tersebut terjadi setelah ia melewati rangkaian proses perawatan medis intensif dalam kondisi kesehatan yang kian menurun.
Perjuangan Medis dan Perawatan Berulang di Rumah Sakit
Sebelum dikabarkan meninggal dunia, riwayat kesehatan Guruh diketahui sudah mengalami penurunan secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Beliau sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Medistra Jakarta untuk mendapatkan penanganan dari tim dokter.Pada masa perawatan awal tersebut, kondisi kesehatan almarhum sempat dilaporkan membaik dan stabil, sehingga memberi harapan bagi keluarga dan kerabat terdekat.
Kondisi Kritis Selama Dua Minggu Terakhir
Namun, kondisi fisik almarhum kembali memburuk secara signifikan tidak lama setelah masa stabil tersebut. Guruh kemudian harus kembali dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan yang jauh lebih ketat di ruang perawatan intensif MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.Selama kurang lebih dua minggu berada di rumah sakit tersebut, tim medis melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi fisiknya yang dinyatakan kritis sebelum ia akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Privasi Diagnosis Penyakit dan Pernyataan Keluarga
Meskipun perhatian publik tertuju pada penyebab pasti berpulangnya sang seniman, pihak keluarga besar maupun perwakilan dari PDIP secara resmi memilih untuk tidak mempublikasikan rincian diagnosis medis atau nama penyakit spesifik yang diidap oleh almarhum.Langkah ini diambil untuk menjaga privasi almarhum dan keluarga. Secara umum, pihak kerabat membenarkan bahwa almarhum wafat akibat komplikasi dari penurunan kondisi kesehatan yang memburuk secara drastis dalam masa perawatan kritisnya.
(Dinda Intan Ramadhani)