Guruh Soekarnoputra. Foto: Indonesia Film Center
Guruh Soekarnoputra. Foto: Indonesia Film Center

Perjalanan Panjang Guruh Soekarnoputra, Menjaga Budaya lewat Karya

Annisa ayu artanti • 26 September 2026 10:24
Ringkasnya gini..
  • Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026 di usia 73 tahun.
  • Putra bungsu Soekarno dan Fatmawati itu dikenal sebagai seniman yang aktif di musik, tari, dan kebudayaan.
  • Selain berkarya di dunia seni, Guruh menjalani karier politik dan tercatat menjadi anggota DPR RI hingga periode 2019–2024.
Jakarta: Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, di usia 73 tahun. Putra bungsu Presiden Soekarno dan Fatmawati itu meninggalkan perjalanan panjang di dunia seni, kebudayaan, hingga politik Indonesia.

Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Guruh tidak hanya dikenal karena statusnya sebagai putra Presiden Soekarno, tetapi ia juga dikenal dengan karya-karya seninya. 

Sejak kecil, Guruh telah menunjukkan ketertarikan terhadap seni. Ia mempelajari piano dan membentuk kelompok musik anak-anak yang membuatnya mulai tampil di berbagai panggung. Ia juga mempelajari sejumlah tarian tradisional, termasuk tari Jawa, Sunda, Bali, dan Minang.

Minat tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang Guruh sebagai seniman sekaligus budayawan.
   

Karier Guruh Soekarnoputra di Dunia Seni


Dilansir dari laman Indonesia Film Center pada Sabtu, 26 September 2026, Guruh Soekarnoputra dikenal sebagai seniman yang berupaya memadukan unsur tradisional Indonesia dengan bentuk seni modern. Pada 1977, ia mendirikan Swara Mahardhika, perkumpulan seni remaja yang menjadi salah satu wadah pengembangan kreativitasnya.

Guruh kemudian mendirikan GSP Production (Gencar Semarak Perkasa) pada 1989 sebagai wadah baru dan membentuk Guruh Gipsy bersama Chrisye, Keenan Nasution, dan Abadi Soesman. Kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Guruh dengan memadukan eksplorasi musik modern dan unsur kebudayaan Indonesia.

Salah satu karya yang lekat dengan nama Guruh adalah “Zamrud Khatulistiwa”, lagu yang ditulisnya dan kemudian dipopulerkan oleh Chrisye.

Guruh turut terlibat dalam sejumlah produksi film sebagai penata musik, di antaranya Ali Topan Anak Jalanan (1977), Gita Cinta dari SMA (1979), Puspa Indah Taman Hati (1979), Untukmu Indonesiaku (1980), Sembilan Wali (1985), hingga Roman Picisan (2010).

Guruh juga tampil sebagai pemain dalam Pacarku Anak Koruptor (2016) dan Sembilan Wali (1985), serta menjadi cameo dalam Misteri Hantu Selular (2011).

Kontribusinya di bidang seni turut mendapat sejumlah penghargaan. Pada Festival Film Indonesia 1978, Guruh meraih penghargaan Musik Terbaik II (Piala Akademi Sinematografi LPKJ) melalui film Ali Topan Anak Jalanan.

Sementara itu, pemerintah melalui BPIP mencatatnya sebagai penerima penghargaan dalam kategori seni dan budaya. Guruh juga dikenal sebagai penggagas Festival Wayang Dunia dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Pusat Kesenian Jakarta.
 


Dari Seniman ke Politik, Guruh Berkarier Puluhan Tahun di DPR


Di tengah kiprahnya sebagai seniman, Guruh Soekarnoputra juga memasuki dunia politik.

Ia pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) untuk periode 1992–1997. Setelah itu, Guruh kembali menjadi anggota DPR sejak 1999 dan terus terpilih dalam sejumlah periode berikutnya melalui PDI Perjuangan.

Guruh juga pernah terlibat dalam struktur kepengurusan PDI Perjuangan. Pada 2005, namanya sempat masuk dalam bursa calon Ketua Umum PDI Perjuangan dalam Kongres II partai tersebut, meski kemudian tidak melanjutkan pencalonannya.

Meski aktif di politik, dunia seni dan kebudayaan tetap menjadi bagian kuat dari perjalanan Guruh. DPR mencatatnya sebagai maestro seni musik yang memiliki komitmen terhadap pelestarian kebudayaan Indonesia. 

Sementara itu, BPIP mencatat Guruh sebagai sosok yang berdedikasi dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Indonesia, termasuk melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>