Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Ia menyampaikan belasungkawa atas kepergian putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
"Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah, Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra Bin Soekarno pada usia 73 tahun," tulis Hasto.
Penyemayaman dan Doa
Ia menambahkan bahwa jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Raya No. 26. Hasto juga memohonkan ampunan bagi almarhum.
"Mohon dibukankan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan dari Almarhum Tercinta," kata Hasto.
Selain itu, Hasto mengajak masyarakat mendoakan agar almarhum wafat secara husnul khotimah, seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kesalahannya, serta diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.
Penghormatan Partai
Hasto juga mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam dari pihak partai.
"Keluarga besar PDI Perjuangan sungguh kehilangan Mas Guruh Soekarnoputra. Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan pejuang partai. Kami berikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dengan Protokol Partai," ucapnya.
Sebagai bentuk penghormatan dan rasa duka cita, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan segenap pengurus di seluruh jenjang—mulai dari tingkat DPP, DPD, DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting—untuk mengibarkan bendera partai setengah tiang selama tujuh hari berturut-turut.
Profil Singkat
Guruh Soekarnoputra merupakan figur legendaris di panggung seni dan politik tanah air. Ia tercatat pernah mengemban amanat sebagai anggota DPR RI periode 1992–1997.
Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 dari pasangan Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati, Guruh juga merupakan adik dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.
Dalam kehidupan pribadinya, ia sempat membina rumah tangga dengan Guseynova Sabina Padmavati, seorang wanita asal Uzbekistan, pada kurun 2002 hingga 2009.
Kiprah Seni
Bakat seni Guruh telah terasah sejak usia dini melalui seni tari dan musik. Keterampilannya melahirkan wadah kesenian ternama seperti Swara Mahardhika serta Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production.
Di kancah musik nasional, ia menginisiasi pembentukan grup Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama deretan musisi kawakan seperti Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Salah satu mahakarya ciptaannya yang fenomenal adalah tembang "Kala Sang Surya Tenggelam" yang dipopulerkan oleh Chrisye.