Peristiwa tersebut mencuat setelah akun Threads @JARRKOJARR membagikan pengalamannya saat menghadiri gelaran The Sounds Project. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan booth produk minuman beralkohol New Port yang disebut mengadakan tantangan menghafalkan Surah Ad-Duha dengan imbalan satu botol minuman beralkohol.
"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange 'siapa yang hafal surah Ad- Duha dapet satu botol'. Are you fu*kin kidding me? Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tapi Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit," tulisnya pada Senin, 10 Agustus 2026.
Unggahan tersebut kemudian viral dan telah disukai lebih dari 21,2 ribu kali. Sejumlah akun pemberitaan di media sosial turut membagikan ulang unggahan tersebut hingga memicu kritik dari warganet.
Banyak warganet menilai penggunaan ayat suci sebagai bagian dari aktivitas promosi minuman beralkohol tidak semestinya dilakukan karena dianggap tidak menghormati nilai-nilai agama dan etika.
Baca Juga :
Aldi Taher Peluk Vokalis JET di The Sounds Project Jadi Sorotan, Ada yang Dukung hingga Sebut Norak
Respons Majelis Ulama Indonesia
Viralnya aksi tersebut turut mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menilai penggunaan ayat suci dalam gimik pemasaran minuman beralkohol tidak dapat dibenarkan dari sisi agama, moral, etika, maupun hukum.“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Prof Niam, dikutip dari MUI Digital pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Prof Niam, menjadikan aktivitas membaca Al-Qur'an sebagai syarat untuk memperoleh minuman beralkohol merupakan tindakan yang merendahkan kesucian kitab suci.
“Membuat gimik membaca Alquran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Alquran,” lanjutnya.
Klarifikasi Pihak The Sounds Project
Menanggapi kontroversi yang terjadi di area festival, pihak promotor The Sounds Project akhirnya menyampaikan pernyataan resmi sekaligus permintaan maaf melalui akun Instagram resmi mereka pada Selasa, 11 Agustus 2026.Pihak penyelenggara mengaku membutuhkan waktu untuk memastikan fakta terkait kejadian tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Kami membutuhkan waktu untuk sampai pada pernyataan ini. Kejadian tersebut melibatkan banyak pihak dan harus kami pastikan kebenarannya, agar langkah yang kami ambil dapat dipertanggungjawabkan," ungkap pihak The Sounds Project.
Penyelenggara juga menegaskan bahwa mereka mengecam penggunaan agama sebagai bagian dari aktivitas promosi di area festival.
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," lanjut pernyataan tersebut.
The Sounds Project turut menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, termasuk sponsor dan mitra kerja sama, wajib menghormati nilai agama dan keberagaman.
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak The Sounds Project.
Dalam pernyataan tersebut, penyelenggara menyampaikan tiga langkah yang akan dilakukan sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut.
1. Menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.
2. Melakukan pengawalan terhadap pihak sponsor agar segera mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat langsung dalam insiden tersebut sehingga dapat dimintai pertanggungjawaban.
3. Melakukan evaluasi internal untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam penyelenggaraan acara berikutnya.
"Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," tutup mereka.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda