Taylor Swift (Foto: X @swifferupdates)
Taylor Swift (Foto: X @swifferupdates)

Taylor Swift Geram Lagunya Dipakai untuk Konten Donald Trump

Basuki Rachmat • 13 Agustus 2026 21:43
Ringkasnya gini..
  • Taylor Swift mengambil langkah tegas setelah sejumlah lagunya digunakan dalam konten media sosial Gedung Putih yang kemudian mengalami pembisuan audio.
  • Video Donald Trump dan Melania Trump yang menggunakan lagu Taylor Swift menjadi sorotan setelah audio unggahan tersebut sempat dibisukan dan kemudian diganti dengan musik lain.
  • Penggunaan lagu Taylor Swift dalam konten politik kembali menyoroti persoalan hak cipta serta hubungan yang kerap berseberangan antara sang penyanyi dan Donald Trump.
Jakarta: Penyanyi sekaligus penulis lagu Taylor Swift mengambil langkah tegas setelah sejumlah karyanya digunakan dalam konten yang diunggah akun resmi Gedung Putih Amerika Serikat. Beberapa video yang memakai lagu Swift dilaporkan sempat kehilangan audio setelah muncul persoalan hak cipta.
 
Salah satu video yang menjadi sorotan memperlihatkan Presiden Donald Trump bersama Melania Trump menikmati pesta kembang api dengan lagu "august" milik Taylor Swift sebagai musik latar. 
 
Sementara unggahan lainnya menampilkan Donald Trump dengan iringan lagu "I Bet You Think About Me" dari album Red (Taylor's Version) yang dirilis pada 2021.

Penggunaan lagu tersebut bahkan disertai caption bernada sindiran dari tim media sosial Gedung Putih. Mereka menuliskan kalimat yang merujuk langsung pada judul lagu "I Bet You Think About Me".
 
"Kami tahu kamu memikirkan kami," tulis akun resmi Gedung Putih.
Tak lama setelah itu, sejumlah video yang menggunakan katalog musik Taylor Swift mengalami pembisuan audio. Sedikitnya 10 unggahan lain yang turut memakai lagu sang penyanyi dilaporkan mengalami kondisi serupa.
 
Meski demikian, video-video tersebut kemudian kembali dapat diputar setelah musik latarnya diganti dengan lagu lain. Kondisi ini memperlihatkan bahwa penggunaan karya Taylor Swift dalam konten politik tersebut tidak sepenuhnya mendapatkan keleluasaan dari pemegang hak.
 
Persoalan tersebut sekaligus kembali menyoroti hubungan Taylor Swift dengan Donald Trump yang selama ini diketahui kerap berseberangan, terutama dalam berbagai isu politik dan sosial di Amerika Serikat.

Bukan Hanya Taylor Swift

Kasus serupa sebelumnya juga dialami musisi Puerto Riko Bad Bunny. Lagu "LA MuDANZA" miliknya pernah digunakan dalam sebuah video yang berkaitan dengan Donald Trump sebelum akhirnya audio dalam unggahan tersebut dibisukan.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana lagu-lagu populer kerap digunakan sebagai bagian dari strategi komunikasi politik di media sosial. Namun, penggunaan karya musik tanpa izin dapat menimbulkan persoalan hak cipta, terlebih ketika pemilik karya tidak memberikan persetujuan untuk pemanfaatannya dalam konteks politik.
 
Bagi musisi, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut hak ekonomi atas sebuah karya, tetapi juga berkaitan dengan bagaimana musik dan identitas kreatif mereka digunakan untuk membawa pesan tertentu kepada publik.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA