Frank Sinatra & Donald Trump (Foto: Grammy.com / Instagram @realdonaldtrump)
Frank Sinatra & Donald Trump (Foto: Grammy.com / Instagram @realdonaldtrump)

Lagu Ayahnya Dipakai Donald Trump, Putri Frank Sinatra Marah: Ini Penistaan!

Elang Riki Yanuar • 22 April 2026 09:00
Ringkasnya gini..
  • Nancy Sinatra mengecam Trump usai unggah video Frank Sinatra menyanyikan My Way tanpa konteks di Truth Social, menyebutnya sebagai penistaan.
  • Video My Way yang dibagikan Trump memicu spekulasi publik, apalagi di tengah ketegangan AS-Iran. Nancy Sinatra menegaskan ayahnya benci Trump.
  • Kontroversi musik Trump kembali disorot setelah banyak musisi dunia menolak lagunya dipakai kampanye, termasuk Rolling Stones hingga ahli waris Prince.
Jakarta: Nancy Sinatra, penyanyi sekaligus putri tertua Frank Sinatra, mengecam Donald Trump yang mengunggah video penampilan sang ayah saat membawakan lagu hit legendarisnya, “My Way”.
 
Presiden Amerika Serikat (AS) itu membagikan klip berdurasi hampir empat menit yang menunjukkan Frank Sinatra tengah membawakan lagu tersebut secara langsung via platform media sosial Truth Social miliknya, Sabtu (18/4). 
 
Trump membagikan video tersebut tanpa mencantumkan konteks apapun. Hal ini membuat banyak orang berspekulasi mengenai makna di baliknya, terutama mengingat hal ini terjadi di tengah konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.

Ketika ditanyai tanggapannya terkait video sang ayah yang diunggah Trump, Nancy hanya menjawab dengan cuitan singkat di X. Ia turut menyayangkan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan terkait cuplikan tersebut.
 
”Ini sebuah penistaan,” tulisnya, dikutip dari akun X @nancysinatra, Selasa (21/4).
Wanita berusia 85 tahun ini juga menyoroti beberapa komentar dari penggemar yang menekankan bahwa Frank Sinatra, yang meninggal dunia di usia 82 tahun pada 1998, tidak akan pernah setuju dengan kebijakan Donald Trump selama menjabat jadi presiden. 
 
“@NancySinatra akan menegaskan kembali bahwa ayahnya sangat membenci Donald Trump,” tulis salah satu unggahan.
 
Akun lain pun menambahkan, “Trump mungkin menyukai Sinatra, tapi Sinatra tidak menyukai Trump.”

Kontroversi Penggunaan Musik oleh Donald Trump

Penggunaan musik oleh Trump dalam berbagai kampanye terus menuai kontroversi. Ia memutar lagu-lagu seperti “You Can’t Always Get What You Want” dan “Start Me Up” milik The Rolling Stones selama kampanye pemilihannya pada tahun 2016.
 
Hal tersebut membuat band rock tersebut mengikuti jejak Adele, Neil Young, dan Steven Tyler yang meminta agar ia tidak menggunakan lagu mereka dalam kampanye presidensialnya.
 
Namun, Trump tetap menggunakan musik mereka seiring berlanjutnya kampanye. Setelah memenangkan pemilihan dan ditunjuk sebagai Presiden AS pada tahun 2017, ia naik ke panggung dalam konser pelantikannya diiringi lagu band tersebut, “Heart Of Stone” (1965).
Baru-baru ini, seorang sumber yang dekat dengan Mick Jagger membantah bahwa ia memberikan izin kepada produser Melania untuk menggunakan “Gimme Shelter” dalam film dokumenter tersebut.
 
Pada bulan Februari lalu, produser Marc Beckman mengaku bahwa Jagger telah menyetujui penggunaan lagu tersebut—berbeda dengan Guns N’ Roses, Grace Jones, dan pihak ahli waris Prince yang semuanya menolak.
 
Ia mengatakan kepada Variety bahwa Jagger “sebenarnya terlibat” dan “memberikan restu.” Namun, juru bicara The Rolling Stones mengatakan kepada The Guardian bahwa band tersebut tidak berkoordinasi dengan Beckman mengenai penggunaan lagu tersebut dalam film.
 
Band ini juga menjadi salah satu di antara grup musik yang menolak penggunaan lagu-lagu mereka dalam kampanye Trump, bersama dengan pihak pewaris Prince, Foo Fighters, ABBA, Bruce Springsteen, Queen, R.E.M, Jack White, dan Celine Dion.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA