Milky Chance (Foto: dok. Anthony Molina)
Milky Chance (Foto: dok. Anthony Molina)

Eksklusif: Band Jerman Milky Chance Antusias Debut di Asia Tenggara

Basuki Rachmat • 01 Oktober 2026 10:10
Ringkasnya gini..
  • Duo indie pop asal Jerman, Milky Chance, bersiap menggelar panggung perdana mereka di Asia Tenggara lewat gelaran Singapore Grand Prix 2026 pada 9 Oktober.
  • Ajang F1 membangkitkan kenangan nostalgia masa kecil Clemens dan Phillipp saat menonton kehebatan legenda balap Michael Schumacher.
  • Dalam debutnya mendatang, Milky Chance berjanji membawakan racikan setlist spesial yang menggabungkan hits lama mereka dengan materi lagu terbaru.
Jakarta: Duo indie pop asal Jerman, Milky Chance, bersiap menyapa penggemar di Asia untuk pertama kalinya. Duo yang dikenal luas lewat hit “Stolen Dance” itu dipastikan tampil dalam rangkaian acara Singapore Grand Prix 2026.

Duo yang digawangi dua sahabat sejak kecil, Clemens Rehbein dan Phillipp Dausch, dijadwalkan tampil di Zone 4 Downtown, Singapura, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Milky Chance akan menjadi bagian dari jajaran musisi internasional yang turut memeriahkan ajang tersebut. Mereka akan berbagi panggung dengan sejumlah nama besar seperti The Killers, Lana Del Rey, dan Zara Larsson.

Kunjungan ke Singapura sekaligus menjadi langkah perdana Milky Chance untuk membawa musik mereka secara langsung ke kawasan Asia-Pasifik. Kesempatan tersebut juga membuka ruang bagi mereka untuk menyapa pendengar dari berbagai negara, termasuk Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, hingga Hong Kong.

Sebelum bertolak ke Singapura, Medcom.id berkesempatan berbincang dengan Milky Chance secara daring. Dalam wawancara tersebut, Clemens dan Phillipp membagikan antusiasme mereka terhadap penampilan perdana di Asia Tenggara, kenangan masa kecil tentang Formula 1, hingga materi yang akan mereka bawakan.

Milky Chance Antusias Debut di Asia Tenggara


Bagi Phillipp, tampil di Singapura bukan sekadar agenda tur. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya Milky Chance menginjakkan kaki di kawasan Asia Tenggara.

"Ini akan menjadi pertama kalinya kami datang ke sana, dan menurut kami itu sendiri sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan. Kami senang akhirnya bisa terjadi sekarang," ungkap Phillipp kepada Medcom.id.

Antusiasme tersebut semakin besar karena Milky Chance mendapat kesempatan tampil dalam gelaran Formula 1 yang memiliki skala internasional. Phillipp mengaku penasaran dengan pengalaman pertama mereka berada di tengah atmosfer balap secara langsung.

"Kami juga bisa datang ke acara yang luar biasa besar ini, yang sepertinya merupakan salah satu acara terbesar. Buat kami, Formula 1 juga merupakan sesuatu yang baru. Ditambah lagi, deretan pengisi acaranya juga keren banget. Jadi, ini benar-benar kesempatan yang luar biasa, apalagi ini akan menjadi pertama kalinya kami tampil di Asia Tenggara. Kami benar-benar antusias," lanjutnya.

Clemens pun merasakan antusiasme serupa. Selain menantikan penampilan mereka, ia juga ingin memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan budaya di Singapura.

"Menurutku, Philipp sudah mengatakannya, pengalaman pertama itu memang selalu terasa menyenangkan. Aku benar-benar enggak sabar untuk tampil di Singapura. Aku sendiri belum pernah ke sana, dan kami juga belum pernah datang ke kawasan Asia Tenggara ini," tutur Clemens.

"Jadi, aku sangat menantikan kesempatan untuk mengenal budayanya, bertemu orang-orangnya, mencoba makanannya, dan tentunya menikmati pertunjukannya. Pokoknya, ini seru banget. Keren," ungkapnya.
   

Formula 1 Bawa Milky Chance Nostalgia ke Masa Kecil


Di balik antusiasme mereka menyambut debut di Asia Tenggara, Formula 1 ternyata punya hubungan tersendiri dengan masa kecil Clemens dan Phillipp.

Phillipp mengingat bagaimana ajang balap tersebut menjadi bagian dari momen masa kecil mereka ketika menghabiskan waktu di rumah kakek Clemens.

"Buat kami berdua, Formula 1 lebih banyak membawa kenangan masa kecil. Dulu, waktu kami main ke rumah kakek, dia (Clemens) suka nonton Formula 1. Kami pun ikut duduk dan melihat mobil-mobilnya melaju sambil, 'Zoom! Zoom!'. Kami cuma mikir, 'Wah, gila, cepat banget!' ujarnya antusias.

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Phillipp akhirnya mendapat kesempatan melihat Formula 1 dari jarak yang jauh lebih dekat. Ia pun penasaran dengan perbedaan sensasi menyaksikan balapan secara langsung dibandingkan melalui layar televisi.

"Jadi, aku benar-benar penasaran seperti apa rasanya melihat langsung. Kayaknya bakal sangat berbeda dibandingkan menontonnya di TV. Kalau lewat TV, kita enggak benar-benar bisa merasakan seberapa cepat mobil-mobil itu melaju dan seberapa berat secara fisik balapannya. Jadi, aku penasaran banget," lanjutnya.

Clemens rupanya juga memiliki memori yang sama. Salah satu nama yang paling membekas dalam ingatannya adalah Michael Schumacher, legenda Formula 1 yang identik dengan Ferrari.

"Sebenarnya, apa yang aku ingat kurang lebih sama seperti yang Philipp ceritakan. Dulu, waktu kami masih kecil dan main ke rumah kakek lalu nonton Formula 1, Michael Schumacher itu benar-benar legenda dan dia pebalap untuk Ferrari. Waktu masih kecil, kami juga sering main-main sambil bilang, “Aku punya Ferrari!” (Tertawa) Bahkan sampai sekarang, anak-anak saya juga bilang, “Ferrari itu mobil tercepat di dunia, kan?” Jadi, Ferrari memang masih punya kesan legendaris dan klasik sampai sekarang," tuturnya.

Milky Chance Bakal Bawa Lagu Lama hingga Materi Baru


Sementara itu, Milky Chance juga telah menyiapkan sejumlah materi untuk dibawakan dalam penampilan mereka di Singapura.

Phillipp mengatakan bahwa mereka ingin memperkenalkan karya-karya terbaru kepada pendengar. Namun, karena penampilan tersebut menjadi kesempatan pertama mereka menyapa audiens Asia Tenggara, Milky Chance tetap akan membawa sejumlah lagu yang sudah dikenal penggemar.

"Hal yang paling ingin kami lakukan adalah memperkenalkan materi baru kepada orang-orang. Tapi ketika kami datang ke Singapura dan tampil di sana, tentu kami bakal membawakan semua lagu," ujar Phillipp.

Dengan perjalanan karier yang telah berlangsung sekitar 12 tahun, Milky Chance memiliki katalog musik yang cukup panjang untuk dipilih. Hingga kini, mereka telah merilis empat album dan tiga EP.

"Sekarang kami sudah jadi band selama kurang lebih 12 tahun, ya? Jadi, kami sudah punya cukup banyak album. Ada empat album, dan tiga EP. Jadi, ada banyak banget lagu yang bisa kami pilih. Karena itu, pilihan lagunya juga cukup beragam," ujarnya.

Karena itu, penampilan di Singapura nantinya tak hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan karya terbaru. Milky Chance juga ingin memperlihatkan perjalanan musikal mereka dari masa awal hingga fase kreatif yang mereka jalani saat ini.

"Kami bakal membawakan lagu-lagu lama dan juga yang baru, supaya orang-orang bisa melihat sejauh apa perjalanan dan perkembangan kreatif kami," tutup Phillipp.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA