Clareesya dikenal sebagai salah satu personel RoBoKop, grup musik asal Jakarta Selatan yang dikenal lewat genre Hip-Hop Dangdut (Hipdut). Selain tampil sebagai musisi, Clareesya juga terlibat sebagai produser remix dalam grup tersebut.
Kontroversi bermula setelah Clareesya mengunggah sejumlah foto di media sosial usai tampil di The Sounds Project. Salah satu foto yang menjadi sorotan memperlihatkan dirinya mengenakan busana terbuka sambil mengangkat kedua tangan ke atas.
Unggahan tersebut kemudian disertai keterangan yang berbunyi, "Gaya takbir. Love you @thesoundsproject @ghanabanyubiru @renggalihlembahingtyas."
Unggahan itu mendapat respons keras dari sejumlah warganet. Pasalnya, momen tersebut muncul ketika publik masih ramai membicarakan dugaan pelecehan agama terkait challenge hafalan Surah Ad-Dhuha berhadiah minuman keras yang dilakukan brand New Port dalam gelaran The Sounds Project 2026.
"Mau ikut ikutan kasus pelecehan agama juga mba?" tulis salah satu warganet di kolom komentar.
"Saya gak akan tinggal diam sama orang yang menistakan agama," lanjut warganet lainnya.
Clareesya Sampaikan Permintaan Maaf
Ramainya kritik membuat Clareesya memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan bahwa unggahan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan isu yang tengah ramai dan dibuat sebagai bentuk ungkapan syukur atas pencapaiannya sebagai seorang musisi."Saya menyadari bahwa postingan tersebut muncul di tengah adanya pemberitaan yang sedang ramai diperbincangkan, sehingga rasa syukur dan isi hati yang sebenarnya saya maksudkan dapat dipahami atau ditafsirkan ke arah yang berbeda dari maksud saya," tulis Clareesya.
Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut ditujukan untuk merayakan pencapaian pribadinya setelah mendapat kesempatan tampil di salah satu festival musik besar.
"Untuk itu, saya merasa perlu memberikan klarifikasi bahwa rasa syukur tersebut sepenuhnya ditujukan atas pencapaian pribadi saya sebagai seorang musisi dan kesempatan untuk dapat tampil dalam acara tersebut, serta tidak dimaksudikan untuk menghina, merendahkan, melecehkan, menistakan, ataupun menyinggung agama, kepercayaan, maupun pihak mana pun," ungkapnya.
Clareesya juga mengaku telah mendapat teguran dari sang ibu setelah unggahan dengan istilah "gaya takbir" tersebut menjadi polemik. Foto yang menuai kontroversi itu kini telah dihapus dari media sosialnya.
"Ada beberapa orang yang asbunnya tolol dan aku salah satunya. Tapi untungnya aku masih punya ibu yang langsung ngingetin kalo aku salah. Ini jadi pelajaran ya buat aku supaya lebih mikir sebelum ngomong dan ngetik," tutup Clareesya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda