Booth produk miras New Port yang lakukan challenge hafalan surah di The Sounds Project (Foto: Threads @JARRKOJARR)
Booth produk miras New Port yang lakukan challenge hafalan surah di The Sounds Project (Foto: Threads @JARRKOJARR)

Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras The Sounds Project, Polisi Tangkap 2 Orang

Elang Riki Yanuar • 12 Agustus 2026 20:25
Ringkasnya gini..
  • Polisi mengamankan dua orang terkait dugaan penistaan agama di booth Newport, sementara status hukum keduanya masih menunggu hasil pemeriksaan.
  • The Sounds Project mengecam insiden tantangan hafalan Alquran berhadiah miras, berjanji menegur sponsor dan mengevaluasi pengawasan festival.
  • Newport meminta maaf atas insiden viral di booth mereka dan mengakui adanya kelemahan pengawasan setelah pengunjung mengambil alih mikrofon MC.
Jakarta: Polisi bertindak cepat menanggapi kasus tantangan hafalan Alquran yang terjadi di booth minuman keras Newport dalam acara The Sounds Project. Polisi sejauh ini sudah menangkap dua orang dari kejadian yang viral itu. 
 
Dua pelaku yang ditangkap merupakan perempuan berinisial R dan laki-laki berinisial E. Namun, polisi belum menjelaskan peran masing-masing dari para pelaku.
 
"Pelaku penistaan saat ini sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Utara," kata Plh Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Oki Waskito, Rabu (12/8/2026).

"Rencananya nanti malam akan digelarkan, paling lambat besok karena waktu 24 jam dari tadi pagi untuk menentukan peningkatan menjadi proses sidik," lanjutnya. 
 
Polisi belum menetapkan tersangka di kasus ini. Oki menyebut polisi membuka peluang bakal memeriksa pelaku lain dari peristiwa yang memicu gelombang hujatan di media sosial itu. 
 
Sementara itu, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin sebelumnya mengatakan para pelaku bisa dijerat Pasal 300 UU Nomor 1 Tahun 2023 KUHP baru Tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara.
“Peristiwa tersebut berpotensi dikenakan Pasal 300 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Namun, penerapan pasal akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pihak yang bersangkutan, keterangan para saksi, dan alat bukti yang diperoleh penyidik,” ujar Iman.
 
“Apabila dari berita acara pemeriksaan para saksi dan temuan penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana, tentunya kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas," tambah Iman.

Klarifikasi Pihak The Sounds Project

Promotor The Sounds Project sendiri sebelumnya menyampaikan permintaan maaf terkait tantangan hafalan Alquran berhadiah miras yang terjadi di booth miras Newport. Mereka ikut mengecam kejadian itu. 
 
Promotor juga mengecam penggunaan agama sebagai bagian dari aktivitas promosi di area festival. The Sounds Project menegaskan bahwa agama tidak boleh dijadikan bahan tantangan atau aktivitas pemasaran dalam bentuk apa pun.
 
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," lanjut pernyataan tersebut.
 
The Sounds Project kemudian menyatakan akan menegur pihak sponsor, mengawal proses identifikasi pihak yang terlibat langsung, serta melakukan evaluasi internal. Langkah tersebut diambil untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi pada penyelenggaraan festival berikutnya.
 
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak The Sounds Project.  

Newport Minta Maaf

Sementara pihak Newport juga menyampaikan klarifikasi resmi terkait video aktivitas di booth mereka saat festival musik The Sounds Project, Minggu, 9 Agustus 2026. 
 
Menanggapi polemik tersebut, Newport menyatakan bahwa aktivitas yang terekam dalam video bukan bagian dari program maupun strategi promosi yang mereka rancang. Perusahaan menegaskan aktivitas itu muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi.
 
"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," kata Handoko Sasongko selaku Direktur Newport dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/8/2028).
Meski demikian, Newport mengakui terdapat kelemahan dalam pengawasan di lapangan. Salah satu persoalan yang disoroti adalah pengunjung yang dapat mengambil alih mikrofon dari MC sehingga aktivitas spontan tersebut berlangsung tanpa segera dihentikan.
 
"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," lanjutnya. 
 
Atas kejadian itu, Newport menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf secara khusus ditujukan kepada umat Muslim, tokoh agama, serta seluruh masyarakat Indonesia yang merasa tidak nyaman atau terluka akibat kejadian tersebut.
 
"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (09/08), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ujarnya.
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA