Kontroversi tersebut bermula dari unggahan akun Threads @JARRKOJARR yang mengaku melihat sebuah booth produk minuman beralkohol New Port menggelar tantangan menghafalkan Surah Ad-Duha dengan imbalan satu botol minuman beralkohol.
"Lagi selingan nunggu Hindia manggung, booth sebelah bikin challange 'siapa yang hafal surah Ad- Duha dapet satu botol'. Are you fu*kin kidding me? Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tp Al Qur’an lo jadiin challenge, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit," tulisnya pada Senin, 10 Agustus 2026.
Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu kecaman dari warganet. Kepolisian pun melakukan penyelidikan untuk mendalami dugaan penggunaan simbol atau ayat agama dalam kegiatan promosi tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap EO dan MC acara untuk meminta keterangan mengenai kejadian yang menjadi sorotan.
“Hari ini, Selasa, 11 Agustus 2026, penyidik menjadwalkan klarifikasi terhadap pihak EO dan MC acara,” kata Budi Hermanto kepada awak media, Selasa, 11 Agustus 2026.
Selain memanggil pihak EO dan MC, kepolisian juga berkoordinasi dengan penyelenggara The Sounds Project serta pemilik booth minuman yang diduga menggelar tantangan tersebut.
“Polsek Pademangan berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth untuk membantu kelancaran proses hukum,” lanjutnya.
Penyidik selanjutnya akan melengkapi administrasi penyelidikan sebelum melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
“Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara. Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut,” imbuh Budi.
Klarifikasi Pihak The Sounds Project
Di tengah polemik yang berkembang, promotor The Sounds Project akhirnya memberikan pernyataan resmi sekaligus menyampaikan permintaan maaf melalui akun Instagram mereka pada Selasa, 11 Agustus 2026.Pihak penyelenggara menyebut membutuhkan waktu untuk memastikan fakta terkait kejadian tersebut sebelum memberikan respons lebih lanjut. Namun, mereka menegaskan mengecam tindakan yang diduga menjadikan agama sebagai bagian dari aktivitas promosi.
Baca Juga :
Klarifikasi Newport soal Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras di The Sounds Project
"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," lanjut pernyataan tersebut.
The Sounds Project juga menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival, termasuk sponsor dan mitra kerja sama, memiliki kewajiban untuk menghormati nilai agama serta keberagaman.
"Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, menoleransi bentuk penistaan agama atau tindakan yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun yang beraktivitas di area acara kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak The Sounds Project.
"Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut," tutup mereka.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda