Perbandingan cover album The Game asli dan AI (Foto: Spotify, Instagram.com/brianmayforreal)
Perbandingan cover album The Game asli dan AI (Foto: Spotify, Instagram.com/brianmayforreal)

Brian May Sindir Kemampuan AI yang Gagal Bikin Ulang Cover Album Queen

Elang Riki Yanuar • 13 Agustus 2026 23:13
Ringkasnya gini..
  • Brian May menyindir kemampuan Meta AI setelah hasil rekreasi sampul album The Game milik Queen dinilai jauh dari versi asli.
  • Kritik Brian May terhadap AI tak hanya soal hasil gambar, tetapi juga kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dari pembangunan pusat data AI.
  • Di usia 79 tahun, Brian May menegaskan penolakannya terhadap perkembangan AI yang dianggap membawa dampak terlalu besar bagi lingkungan.
Jakarta: Brian May mengkritik perkembangan kecerdasan buatan (AI) setelah mencoba menggunakan teknologi tersebut untuk membuat ulang sampul album klasik Queen, The Game. 
 
Alih-alih menghasilkan gambar yang menyerupai versi aslinya, Meta AI justru memberikan hasil yang jauh dari ekspektasi.
 
Brian May mengunggah hasil tersebut melalui akun Instagram pribadinya. Ia meminta Meta AI menampilkan seperti apa sampul album The Game, tetapi gambar yang dihasilkan justru membuat penampilan para personel Queen terlihat sangat berbeda dari sampul aslinya.

Dalam versi original, Freddie Mercury, Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon berdiri berdampingan mengenakan jaket kulit senada. Namun, hasil kreasi AI yang dibagikan gitaris Queen itu tampak kacau dan sulit dikenali.
 
“Saya hanya harus membagikan ini kepada kalian. Saya meminta Meta AI menunjukkan seperti apa sampul album The Game. Inilah hasilnya! Kerja bagus, ya?” tulisnya via akun @brianmayforreal.
 
Ia kemudian menggunakan hasil tersebut untuk menyindir kemampuan AI sekaligus menyampaikan kekhawatirannya terhadap perkembangan teknologi tersebut.
 
“Jadi, apakah kecerdasan seperti inilah yang nantinya akan menguasai dunia? Baguslah. Mungkin ini saatnya menyadari bahwa KITA SEBENARNYA TIDAK MEMBUTUHKAN AI!” lanjutnya.

Khawatir Dampak AI terhadap Lingkungan

Brian juga menegaskan bahwa dirinya serius dengan pernyataan tersebut. Ia menilai perkembangan AI berpotensi membawa dampak yang terlalu besar, terutama terhadap lingkungan.
 
“Saya percaya harga yang harus kita bayar untuk perkembangan yang disebut ‘tak terhindarkan’ ini terlalu mahal,” ujarnya.
 
Musisi berusia 79 tahun tersebut juga menentang pembangunan pusat data AI di Inggris. Menurutnya, fasilitas tersebut berpotensi merusak lingkungan dan keindahan alam.
 
Ia bahkan secara langsung meminta Perdana Menteri Inggris Andy Burnham untuk menghentikan pembangunan tersebut sebelum terlambat.  

Kondisi Brian May dan Masa Depan Queen

Kritik May terhadap AI muncul di tengah berbagai pernyataannya mengenai sejumlah isu sosial dan industri. Ia sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya mengalami stroke ringan pada 2024 yang membuat salah satu lengannya kehilangan kendali untuk sementara waktu.
 
May kemudian menyebut kondisi tersebut sebagai peringatan bagi dirinya untuk lebih memperhatikan kesehatan.
 
Sementara itu, Queen terakhir kali menjalani tur di Amerika Utara pada tahun 2023 melalui Rhapsody Tour bersama Adam Lambert. Mereka sempat tampil di Asia pada awal tahun 2024.
 
Roger Taylor sebelumnya juga membahas kemungkinan Queen kembali menggelar tur. Ia mengatakan tur berskala besar membutuhkan persiapan yang sangat kompleks dan kemungkinan keputusan tersebut lebih bergantung pada Brian May.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 

 

 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA