DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit (Foto: Instagram)
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit (Foto: Instagram)

Stevi Item Ungkap DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Viral di Irlandia Usai Kena Scam Promotor

Basuki Rachmat • 19 Agustus 2026 11:00
Ringkasnya gini..
  • Tiga band ekstrem Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, menghadapi masalah promotor hingga konser di Cork dan London batal.
  • Meski sempat terlantar di Dublin, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit mendapat sambutan positif dari penonton lokal saat tampil di Irlandia.
  • Stevi Item menilai musisi Indonesia masih membutuhkan dukungan sponsor untuk membiayai tur internasional yang mahal dan memperkuat posisi mereka di luar negeri.
Jakarta: Tiga band ekstrem Tanah Air, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, menghadapi kendala serius dalam rangkaian tur Eropa bertajuk Cataclysmic Summer Tour 2026. Sejumlah agenda konser di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, terpaksa batal setelah promotor Diablo Productions disebut menghilang dan tidak memenuhi sejumlah tanggung jawab yang telah disepakati.
 
Persoalan tersebut mencakup berbagai kebutuhan penting selama tur, mulai dari venue, transportasi, hingga akomodasi untuk para personel dan kru.
 
Situasi itu bahkan sempat membuat rombongan ketiga band berada dalam kondisi sulit saat berada di Dublin, Irlandia. Mereka dikabarkan tidak mendapatkan akomodasi sebagaimana mestinya dan harus menghadapi cuaca dingin tanpa kepastian mengenai kelanjutan perjalanan tur.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan justru datang dari diaspora Indonesia yang tinggal di Irlandia. Salah satunya adalah Ailtje, yang mengajak para musisi dan kru untuk sementara bernaung di kediamannya.
Ailtje mengatakan bantuan tersebut bermula ketika adiknya yang merupakan penggemar musik metal mengetahui kondisi para musisi Tanah Air yang terlantar setelah penampilan mereka di Dublin. 
 
Ia kemudian meminta sang kakak, Ailtje turun tangan bersama diaspora Indonesia lainnya untuk membantu menyediakan tempat tinggal serta kebutuhan sehari-hari bagi rombongan di sana.
 
Medcom.id berkesempatan menghubungi gitaris DeadSquad, Stevi Item, dan bassist Jasad, Yuli, secara daring pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, untuk mengetahui kondisi terbaru mereka.
 
Stevi mengungkapkan bahwa persoalan yang dialami ketiga band tersebut bersama promotor Diablo Productions bahkan ikut menjadi perhatian di Irlandia.
 
"Teman-teman di Irlandia bilang katanya 'Hey you guys are viral here' katanya gitu. Gara-gara kena scam, hahahaha," tutur Stevi kepada Medcom.id.

Tetap Dapat Sambutan Positif di Irlandia

Meski harus membatalkan penampilan di Cork dan London, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit tetap mendapat sambutan positif dari penikmat musik ekstrem di penampilan pembuka mereka di Dublin, Irlandia.
 
Stevi mengatakan mayoritas penonton yang hadir merupakan masyarakat lokal. Bahkan, salah satu penampil yang turut berkolaborasi dengan mereka merupakan gitaris asal Indonesia yang kini bermukim di Cork.
 
"Kalau kemarin kita di Dublin, orang Indonesia kayaknya cuman ada satu deh. Dan itu juga dia main juga barengan sama kita, band-nya namanya ini nih (Deserted)," ungkap Stevi antusias sambil menunjukkan kaus merchandise yang dibelinya.
Gitaris tersebut diketahui merupakan Dave Fiero, personel band death metal asal Cork, bernama Deserted.
 
"Jadi gitarisnya ini orang Indonesia band dari Cork, yang mestinya kita setelah dari Dublin itu kita main di Cork. Yang sisanya kayaknya penduduk lokal saja yang datang gitu," lanjutnya.
 
Bagi Stevi, pengalaman tampil di luar negeri juga memberikan tantangan tersendiri bagi band-band Indonesia. Meski telah memiliki nama besar dan perjalanan panjang di Tanah Air, mereka tetap harus memperkenalkan diri dari awal ketika tampil di hadapan penonton internasional.
 
"Pastinya kalau mau tur ke luar negeri grup band seperti DeadSquad gitu, walaupun nama kita di Indonesia sudah lama gitu ya, Jasad sudah 30 tahun, Death Vomit 30 tahun, DeadSquad baru 20 tahun. Walaupun seperti itu tetap kalau kita ketika ke sini itu jadi band baru lagi," tuturnya.
 
Menurut Stevi, kondisi tersebut membuat musisi Indonesia masih membutuhkan dukungan, baik dari pihak swasta maupun pemerintah, untuk dapat menjalankan tur internasional. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan untuk membawa sebuah band ke Eropa cukup besar, mulai dari pengurusan visa, tiket pesawat, hingga akomodasi dan kebutuhan produksi lainnya.
 
"Jadi memang untuk ke sini itu kita nggak punya bargaining power yang kuat gitu sehingga kita menggunakan biaya kita sendiri untuk bisa hadir di sini. Dan untuk orang Indonesia bisa pergi ke Eropa itu memang bukan ongkos yang kecil sih. Jadi memang kita masih membutuhkan bantuan sih buat sponsor ataupun swadaya," tutup Stevi Item.

Tur Eropa Tetap Berlanjut dengan Promotor yang Berbeda 

Di tengah persoalan yang terjadi di Irlandia dan Inggris, bassist Jasad, Yuli, memastikan rangkaian Cataclysmic Summer Tour 2026 di negara-negara Eropa lainnya tetap berjalan sesuai rencana.
 
Ketiga band dijadwalkan menyambangi sejumlah kota di Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss mulai 20 Agustus hingga 5 September 2026.
Agenda tersebut ditangani promotor berbeda sehingga tidak terdampak persoalan yang terjadi di Irlandia dan Inggris.
 
"Untuk ini kan beda ya, kita punya dua promotor: Satu promotor Diablo Production untuk Irlandia sama UK dan kita punya DF Booking untuk Eropa," tutur Yuli.
 
"Nah, jadi yang bermasalah adalah cuma Irlandia dengan UK saja. Besok kita terbang ke Eropa, nah itu sudah aman sih," tutupnya.
 
Dengan demikian, meski menghadapi kendala pada sebagian agenda, perjalanan Cataclysmic Summer Tour 2026 DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit di Eropa masih terus berlanjut. Ketiganya kini bersiap melanjutkan perjalanan menuju sejumlah negara lain dengan promotor yang berbeda.
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA