DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit (Foto: Instagram)
DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit (Foto: Instagram)

DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Terdampar di Eropa karena Ditipu Promotor

Basuki Rachmat • 18 Agustus 2026 14:20
Ringkasnya gini..
  • DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit terpaksa membatalkan sejumlah konser Eropa setelah promotor Diablo Productions gagal memenuhi komitmen tur.
  • Rombongan musisi Indonesia sempat terdampar di Dublin tanpa akomodasi dan transportasi, sebelum mendapat bantuan dari diaspora Indonesia.
  • DeadSquad membuka donasi untuk melanjutkan Cataclysmic Summer Tour 2026 setelah promotor menghilang dan meninggalkan persoalan logistik serta pendanaan.
Jakarta: Tiga raksasa musik ekstrem Tanah Air, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, menghadapi kendala serius dalam rangkaian tur Eropa bertajuk Cataclysmic Summer Tour 2026. Sejumlah jadwal konser terpaksa batal setelah promotor disebut menghilang dan gagal memenuhi berbagai tanggung jawab yang telah disepakati.
 
Kabar tersebut disampaikan pihak DeadSquad melalui pernyataan resmi di media sosial. Band death metal asal Jakarta itu menyebut promotor Diablo Productions tidak memenuhi sejumlah komitmen, terutama terkait kebutuhan logistik selama tur berlangsung.
 
DeadSquad mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara internal sembari menjaga komunikasi dengan promotor. Namun, berbagai persoalan yang muncul justru semakin menunjukkan adanya masalah dalam aspek persiapan, organisasi, komunikasi, hingga profesionalisme.

Masalah tersebut mencakup kesiapan venue, transportasi, serta akomodasi para personel dan kru yang mengikuti rangkaian tur.
 
"Puncak dari rangkaian masalah ini terjadi setelah pertunjukan kami di Lost Lane, Dublin. Pihak promotor gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang diperlukan untuk perjalanan kami berikutnya, sehingga kami tidak dapat melanjutkan pertunjukan di Cork (Irlandia) dan London (Inggris)," tulis pihak DeadSquad.
 
"Dengan berbagai komitmen yang tidak terpenuhi dan kerugian yang kami alami, kami merasa sangat dirugikan dan dikecewakan oleh Diablo Productions," ungkap mereka.
 

Sempat Terdampar di Dublin

Persoalan tersebut bahkan membuat rombongan musisi Indonesia sempat berada dalam kondisi sulit di Dublin, Irlandia. Mereka disebut tidak mendapatkan akomodasi yang semestinya hingga harus menghadapi cuaca dingin tanpa kepastian mengenai kelanjutan perjalanan tur.
 
Beruntung, sejumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Dublin turun tangan memberikan bantuan. Mereka bahkan menjamu para musisi tersebut di tengah momentum perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.
 
Kisah tersebut dibagikan salah seorang diaspora Indonesia melalui akun Threads @binibule.
 
"Kemaren, ada 16 orang Indonesia, musicians yang, for lack of a better word, terdampar di Dublin. Tanpa akomodasi dan kedinginan di Grafton Street," tulis akun Threads @binibule.
 
"Adik gw, pencinta musik metal kontak, supaya gw bisa bantu. Bersama satu orang diaspora, 16 orang itu gw ajak pulang ke rumah gw," lanjutnya.
 
"Siang itu makanan untuk mereka juga disiapkan oleh seorang diaspora. Malamnya, ada seorang diaspora yang kirim bahan makan, buah, minuman, camilan, shampo pasta gigi," ungkapnya.
 
Bantuan tersebut kemudian mendapat respons dari gitaris Jasad, Ferly Suferli. Ia menyampaikan apresiasi kepada warga Indonesia yang telah membantu rombongan musisi selama berada di Dublin.
 
"Terima kasih banyak Mba @binibule dan semua pihak yg sudah sangat sangat sangat membantu dan rasanya lega sekali bisa berada disini," tulis Ferly di kolom komentar unggahan tersebut.

DeadSquad Buka Donasi untuk Lanjutkan Tur

Meski menghadapi berbagai kendala, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit memastikan rangkaian Cataclysmic Summer Tour 2026 tetap akan dilanjutkan.
 
DeadSquad bahkan mengambil langkah untuk membuka donasi bagi publik yang ingin memberikan dukungan agar mereka dapat menyelesaikan sisa rangkaian tur Eropa. Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui platform GoFundMe.
 

DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Terdampar di Eropa karena Ditipu Promotor
 
Langkah tersebut diambil setelah sejumlah kebutuhan tur tidak lagi dapat dipenuhi oleh pihak promotor, sementara para musisi masih harus menyelesaikan agenda yang telah dijadwalkan.
 
Venue London Sebut Promotor Tidak Pernah Booking Persoalan lain muncul terkait jadwal konser di London yang seharusnya berlangsung di The Underworld Camden pada 17 Agustus 2026.
 
Pihak venue mengungkapkan bahwa konser tersebut tidak dapat berlangsung karena Diablo Productions disebut tidak pernah menyelesaikan proses pemesanan venue secara resmi. Kondisi tersebut juga menimbulkan ketidakpastian mengenai nasib tiket yang telah dibeli penonton melalui Eventbrite.
 
The Underworld Camden kemudian memberikan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka. Pihak venue mengaku kesulitan menghubungi promotor dan menyebut Diablo Productions telah menghilang tanpa memberikan kejelasan.
 
"Sejujurnya kami sendiri tidak sepenuhnya tahu apa yang terjadi. Promotor Diablo Productions Official / O'Connor Annaie / Anna Bikuña menghilang dan tidak merespons seluruh upaya komunikasi dari kami. Mereka juga belum membayar atau menyewa venue, menghapus halaman Facebook, menonaktifkan tag serta pesan di Instagram, dan membuat tiga musisi Indonesia terdampar di tengah rangkaian tur Eropa yang cukup besar," tulis pihak venue.
 
"Kami sangat menyayangkan nasib para musisi yang telah diperlakukan semena-mena dan mendapatkan informasi yang menyesatkan, yaitu Jasad, Death Vomit, dan Deadsquad, serta musisi pendukung lokal Incarcerated dan pihak-pihak lainnya di berbagai kota di Eropa," lanjutnya.
 
Pihak The Underworld Camden juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam penyelenggaraan pertunjukan musik, terutama terkait komunikasi dan pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh pihak.
 
"Seharusnya tidak ada ruang bagi promotor yang bekerja secara serampangan atau tidak profesional dalam industri musik. Sebuah pertunjukan memang tidak selalu berjalan sukses atau terjual habis, tetapi keputusan terkait acara seharusnya dibuat berdasarkan kesepakatan seluruh pihak dan disampaikan dengan pemberitahuan yang layak," sambungnya.
 
Terkait tiket konser London, pihak venue mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah tiket yang telah terjual melalui Eventbrite. Hal itu disebabkan promotor tidak lagi memberikan respons terhadap komunikasi yang dilakukan.
 
"Kami juga tidak mengetahui berapa banyak tiket yang telah dijual oleh Diablo Productions Official melalui Eventbrite untuk pertunjukan malam ini karena mereka tidak merespons komunikasi kami. Namun, kami berharap seluruh uang pembelian tiket dapat dikembalikan kepada para pelanggan. Kami juga telah menghubungi Eventbrite untuk memastikan hal tersebut," tutup pernyataan resmi tersebut.
 
Dengan berbagai kendala tersebut, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit kini berupaya menyelesaikan rangkaian Cataclysmic Summer Tour 2026 sembari mencari solusi atas persoalan logistik dan pendanaan yang muncul di tengah perjalanan mereka di Eropa.
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA