Kabar tersebut disampaikan DeadSquad melalui pernyataan resmi yang diunggah di akun Instagram mereka pada Senin dini hari, 17 Agustus 2026.
Dalam pernyataan resmi tersebut, DeadSquad menyebut pihak promotor, Diablo Productions, gagal memenuhi sejumlah komitmen dan kesepakatan logistik yang telah dijanjikan sebelumnya.
Band death metal asal Jakarta itu mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara internal dan tetap menjaga komunikasi dengan pihak promotor.
Namun, berbagai kendala yang muncul dinilai menunjukkan adanya persoalan serius dalam hal persiapan, organisasi, komunikasi, hingga profesionalisme.
"Kami telah berusaha menyelesaikan semuanya secara internal dan tetap kooperatif sepanjang proses ini. Namun, situasi yang terjadi menunjukkan kurangnya persiapan, organisasi, komunikasi, dan profesionalisme yang sangat serius dari pihak promotor," tulis pihak DeadSquad dalam pernyataan resminya.
Menurut DeadSquad, sejumlah kebutuhan penting selama rangkaian tur tidak berjalan sebagaimana mestinya. Persoalan tersebut mencakup kesiapan venue, transportasi, akomodasi para personel band, hingga komunikasi dengan pihak promotor.
Masalah tersebut semakin serius setelah ketiga band menyelesaikan penampilan mereka di Lost Lane, Dublin, Irlandia. Setelah pertunjukan tersebut, pihak promotor disebut tidak mampu menyediakan kebutuhan transportasi dan akomodasi untuk perjalanan menuju agenda berikutnya.
"Puncak dari rangkaian masalah ini terjadi setelah pertunjukan kami di Lost Lane, Dublin. Pihak promotor gagal menyediakan akomodasi dan transportasi yang diperlukan untuk perjalanan kami berikutnya, sehingga kami tidak dapat melanjutkan pertunjukan di Cork (Irlandia) dan London (Inggris)," lanjut pihak DeadSquad.

Kondisi tersebut akhirnya membuat jadwal penampilan di Cork dan London tidak dapat dilanjutkan. DeadSquad menyebut kegagalan pemenuhan berbagai komitmen tersebut juga menimbulkan kerugian bagi mereka dan dua band Indonesia lainnya yang terlibat dalam tur.
"Dengan berbagai komitmen yang tidak terpenuhi dan kerugian yang kami alami, kami merasa sangat dirugikan dan dikecewakan oleh Diablo Productions," ungkap pihak DeadSquad.
Jadi Peringatan untuk Pelaku Industri Musik
DeadSquad kemudian menegaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi kepada publik sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku industri musik, khususnya mereka yang bergerak di ranah extreme music."Kami menyampaikan pernyataan ini sebagai bentuk transparansi, sekaligus sebagai peringatan bagi para pelaku di industri musik, khususnya penggiat extreme music di mana pun berada," tutup DeadSquad.
Cataclysmic Summer Tour 2026 sebelumnya menjadi salah satu agenda penting bagi DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit untuk membawa geliat musik ekstrem Indonesia ke panggung Eropa. Ketiga band tersebut tampil bersama dalam rangkaian tur yang menyambangi sejumlah kota di kawasan Eropa.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda