Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (Foto: Dok. Kementerian Pariwisata)

Konser Musik Internasional Jadi Senjata Kemenpar Dongkrak Ekonomi Nasional

Rafi Alvirtyantoro • 15 September 2026 21:08
Ringkasnya gini..
  • Kemenpar menjadikan konser musik internasional sebagai senjata utama penggerak ekonomi pariwisata nasional.
  • Program Event by Indonesia berhasil memicu perputaran uang hingga Rp1,09 triliun dari 105 agenda acara.
  • Penyelenggaraan konser terbukti ampuh mendatangkan jutaan wisatawan, menyerap tenaga kerja, dan memberdayakan UMKM.
Jakarta: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya konsisten memperkuat ekosistem acara di Tanah Air. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mendongkrak daya pikat destinasi, menjaring kedatangan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga.

Pelaksanaan acara musik bertaraf internasional dinilai sebagai peluang strategis untuk mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi acara kelas dunia, sekaligus memperluas jangkauan promosi Indonesia di tingkat global.
 

Apresiasi untuk Gelaran Konser Internasional


Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan apresiasi kepada promotor Raw Vision Collective, seluruh pihak terkait, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus mendukung penyelenggaraan konser musik internasional.

“Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata. Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi, kuliner, hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” ujar Widiyanti Putri Wardhana, di Jakarta, pada Selasa, 15 September 2026.


Program Event by Indonesia


Widiyanti menjelaskan bahwa Kemenpar terus mendorong Indonesia menjadi destinasi acara berkelas dunia lewat program Event by Indonesia. Pada 2026, Kemenpar turut memberikan dukungan untuk gelaran konser Andrea Bocelli dan BTS di Indonesia.

“Event by Indonesia kami hadirkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan masyarakat. Kami ingin setiap event tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan menciptakan nilai tambah ekonomi,” jelasnya.  

Capaian Dampak Ekonomi dan Pariwisata


Selama rentang Januari hingga Juli 2026, program Event by Indonesia telah menyokong 105 acara. Jumlah ini terdiri atas 18 acara nasional, 10 acara internasional, 61 Karisma Event Nusantara (KEN), 14 acara MICE, dan dua acara daerah lainnya.

Rangkaian acara tersebut berhasil menggaet lebih dari 6,47 juta pengunjung, melibatkan 11.000 UMKM, serta menyerap lebih dari 184.000 pekerja seni dan komunitas. Perputaran uang dari seluruh agenda tersebut ditaksir menembus Rp1,09 triliun.
   

Komitmen Kolaborasi Lintas Sektor


Pencapaian ini membuktikan besarnya potensi agenda acara sebagai salah satu pemacu pertumbuhan sektor pariwisata. Konser skala internasional secara khusus dinilai mampu menarik minat turis sekaligus memperluas pemaparan citra positif Indonesia di kancah global.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional yang berkualitas,” ucap Widiyanti.

Kemenpar berharap momentum konser musik internasional dapat semakin mempertegas citra Indonesia. Indonesia tidak hanya unggul lewat pesona alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga siap menyajikan pengalaman berkelas dunia melalui berbagai gelaran berskala global.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA