Foto: Lassak Imaji-Tagor Lassak
Foto: Lassak Imaji-Tagor Lassak

Konser 35 Tahun Twilite Orchestra Sajikan Lagu Klasik hingga Musik Star Wars

Elang Riki Yanuar • 07 September 2026 19:03
Ringkasnya gini..
  • Twilite Orchestra merayakan 35 tahun perjalanan dengan konser megah di Aula Simfonia Jakarta yang disambut standing ovation ribuan penonton.
  • Dipimpin Addie MS, konser 35 tahun Twilite Orchestra menghadirkan 200 penyanyi dan repertoar dari musik klasik, film hingga video game.
  • Meechot Marrero dan Oswin Wilke mencuri perhatian lewat penampilan opera, sementara Addie MS mengenang perjalanan panjang Twilite Orchestra.
Jakarta: Twilite Orchestra menutup perayaan 35 tahun perjalanan mereka dengan konser megah di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran, Minggu (6/9/2026) malam. Pertunjukan yang dipimpin maestro Addie MS tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton.

Konser bertajuk Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert itu berlangsung dengan nuansa istimewa. Setelah rangkaian pertunjukan berakhir, penonton memberikan standing ovation panjang sebagai bentuk apresiasi atas penampilan para musisi dan penyanyi yang terlibat.

Skala pertunjukan malam itu terasa semakin besar dengan keterlibatan sekitar 200 penyanyi. Mereka berasal dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, UHAMKA Choir, dan PSM Universitas Mercu Buana.

Dua penyanyi kenamaan juga turut memperkuat konser tersebut. Penyanyi soprano asal Sidney Opera House, Meechot Marrero, tampil bersama tenor Indonesia Oswin Wilke dalam sejumlah nomor yang menjadi bagian penting dari pertunjukan.

Babak pertama dibuka dengan lagu "Indonesia Raya" yang langsung membangun suasana nasionalisme di dalam aula. Pertunjukan kemudian berlanjut dengan "Die Fledermaus Overture" dan karya musikal populer The Phantom of the Opera.

Penampilan harpis Rama Widi menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian. Dia membawakan "Fantasia Nusantara" untuk Solo Harpa dan Orkestra, sebelum konser berlanjut dengan "Padre", karya Adinda A. Bakrie yang memiliki makna personal karena dipersembahkan untuk ayahnya.

Babak pertama kemudian ditutup dengan musik dari film Star Wars. Perpaduan antara orkestra dan paduan suara membuat suasana konser semakin spektakuler dan menunjukkan luasnya repertoar yang telah dimainkan Twilite Orchestra selama puluhan tahun.

Memasuki babak kedua, nuansa pertunjukan bergeser ke musik dari video game Final Fantasy melalui "Liberi Fatali". Setelah itu, panggung diisi rangkaian karya opera yang menonjolkan kemampuan vokal Oswin Wilke dan Meechot Marrero.

Oswin Wilke tampil dramatis melalui Nessun dorma. Sementara itu, Meechot Marrero membawakan "aria O mio babbino caro" dan "Sempre libera" dengan karakter vokal yang memukau penonton.

Puncak babak kedua hadir lewat Libiamo ne’lieti calici yang dinyanyikan secara duet oleh Meechot Marrero dan Oswin Wilke. Penampilan tersebut semakin megah dengan dukungan paduan suara yang menggema di seluruh Aula Simfonia Jakarta.

Di tengah perayaan tersebut, Addie MS mengungkapkan rasa haru karena dapat membawa Twilite Orchestra melewati perjalanan panjang selama 35 tahun. Ia juga mengenang sosok yang berada di balik berdirinya orkestra tersebut.

"Twilite Orchestra didirikan oleh Bapak Indra Usmansjah Bakrie, Almarhum Oddie Agam, dan saya. Malam ini begitu istimewa bagi saya, merayakan 35 tahun Twilite Orchestra yang jatuh pada 8 Juni 1991 dan menjadi orkes simfonik terlama di Indonesia." ujar Addie.

Addie MS kemudian menyampaikan apresiasi kepada Indra Usmansjah Bakrie yang disebut memiliki peran besar dalam perjalanan Twilite Orchestra sejak awal. Dukungan tersebut dinilai menjadi bagian penting dari keberlangsungan misi orkestra selama lebih dari tiga dekade.
"Terima kasih tak terhingga saya sampaikan kepada Bapak Indra Usmansjah Bakrie, yang pada tahun 1991 mencetuskan pembentukan orkestra ini dan terus mendukung kami. Tanpa komitmen beliau, mustahil misi Twilite Orchestra ini terlaksana," tambahnya.

Perwakilan Adinda Bakrie Foundation sebagai sponsor utama juga menyampaikan kebanggaan atas terselenggaranya konser tersebut. Menurutnya, pertunjukan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang Twilite Orchestra dan para musisi yang terus berkarya.

"Kami merasa terhormat dapat mempersembahkan konser bersejarah ini. Kesuksesan malam ini adalah perayaan bagi dedikasi Addie MS dan seluruh musisi. Ini sejalan dengan visi kami untuk terus mendukung dan mengapresiasi karya-karya terbaik anak bangsa," katanya.







 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA