TP Jazz Universe: Greatest Movie Soundtrack sukses digelar di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, pada Jumat (4/9).
TP Jazz Universe: Greatest Movie Soundtrack sukses digelar di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, pada Jumat (4/9).

TP Jazz Universe Bawa Soundtrack Film ke Panggung Jazz Jelang The Papandayan Jazz Fest 2026

Agustinus Shindu Alpito • 07 September 2026 15:12
Ringkasnya gini..
  • TP Jazz Universe menghadirkan soundtrack film lintas generasi dalam aransemen jazz menjelang The Papandayan Jazz Fest 2026.
  • Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Dirly Dave, Sandhy Sondoro, dan Rimar Callista membawakan soundtrack film dalam TP Jazz Universe.
  • Konser TP Jazz Universe menjadi bagian Road to The Papandayan Jazz Fest 2026 yang digelar pada 3 dan 4 Oktober mendatang.
Jakarta: Soundtrack film menjadi materi utama dalam konser TP Jazz Universe: Greatest Movie Soundtrack yang digelar TP Jazz Management bersama Kota Baru Parahyangan di Mason Grand Ballroom, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Jumat, 4 September 2026.

Konser tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to The Papandayan Jazz Fest 2026. Sejumlah penyanyi membawakan lagu dari film populer lintas generasi, dengan aransemen yang berada dalam spektrum musik jazz.

Pertunjukan diawali penampilan To The Band, pemenang The Papandayan International Online Jazz Competition (TPJC) 2022. Setelah itu, maestro jazz Indonesia Dwiki Dharmawan tampil bersama para penyanyi yang mengisi rangkaian pertunjukan malam tersebut.

Konsep pertunjukan juga diperkuat dengan penggunaan multimedia dan tata cahaya yang mengadopsi nuansa sinematik, menyesuaikan tema soundtrack film yang menjadi benang merah konser.
 
Dirly Dave menjadi salah satu vokalis yang membuka rangkaian utama dengan membawakan "Go The Distance" dari Hercules dan "Can You Feel The Love Tonight". Ia kemudian berduet dengan Dira Sugandi untuk membawakan "(I've Had) The Time of My Life" dari Dirty Dancing.

Dira selanjutnya tampil membawakan "I Will Always Love You" dari The Bodyguard. Sementara itu, Sandhy Sondoro menghadirkan interpretasinya atas "Eye of The Tiger" dan "Glory of Love".

Kolaborasi Sandhy dan Rimar Callista kemudian membawa lagu "A Whole New World" dari Aladdin ke dalam pertunjukan. Rimar melanjutkan penampilannya dengan "When You Wish Upon A Star".

Salah satu bagian yang secara khusus mengangkat sinema Indonesia hadir melalui medley "Hanya Untukmu", "Semusim", "Galih dan Ratna", dan "Ayat-Ayat Cinta". Rimar kemudian menyanyikan "Cinta Sejati" dari Habibie & Ainun.

Dirly kembali ke panggung dengan "I Don't Want To Miss A Thing" dari Armageddon. Menjelang akhir pertunjukan, Dira membawakan "How Far I'll Go" dari Moana dan "My Heart Will Go On" dari Titanic.

Seluruh penyanyi kemudian bergabung untuk membawakan "This Is Me" dari The Greatest Showman sebagai lagu penutup.

Dari Konser ke Festival

Di luar pertunjukan, konser ini menjadi bagian dari kerja sama TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan yang disebut dibangun melalui pendekatan Community Based Development. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menghadirkan kegiatan seni dan budaya di kawasan Kota Baru Parahyangan sekaligus mempertemukan komunitas melalui musik.

Founder TP Jazz Management, Bobby Renaldi, mengatakan konsep The Greatest Movie Soundtrack merupakan salah satu format baru yang dibawa TP Jazz.

“The Greatest Movie Soundtrack adalah konsep baru bagi TP Jazz, dan melihat sambutan yang begitu positif dari penonton membuat kami sangat bersyukur. Mulai dari kualitas venue, pelayanan, hingga keseluruhan pengalaman yang tercipta malam ini berjalan dengan sangat baik. Bagi kami, ini menjadi bukti bahwa musik selalu memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menghadirkan pengalaman yang berkesan,” ujar Bobby Renaldi.
 
Sementara itu, Direktur PT Belaputera Intiland selaku pengembang Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali, melihat kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperluas program seni dan budaya di kawasan tersebut.

“Komunitas selalu menjadi fondasi utama Kota Baru Parahyangan. Karena itu kami percaya bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang dinamis dan bermakna bagi masyarakat. Melihat antusiasme yang hadir malam ini, kami optimistis kolaborasi dengan TP Jazz Management tidak berhenti pada satu acara, tetapi dapat terus berkembang melalui berbagai gagasan dan program baru di masa mendatang,” ungkap Ryan Brasali.

Kolaborasi tersebut akan berlanjut pada The Papandayan Jazz Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3 dan 4 Oktober 2026. Dalam festival tersebut, salah satu panggung utama di Suagi Grand Ballroom akan menggunakan nama “Kota Baru Parahyangan Stage”.

Sejumlah penampilan telah disiapkan untuk panggung tersebut. The Gentlemen's Club yang beranggotakan Adikara, Teza Sumendra, dan Bilal Indrajaya akan menghadirkan pertunjukan “Tribute to Koes Plus”.

Selain itu terdapat Diskoria feat. Andien, Ruth Sahanaya, Mahalini, Freedom Jazz Society yang terdiri dari Winky Wiryawan, Kenny Gabriel, Jevin Julian, Greybox, dan Rinni, serta Dwiki Dharmawan feat. Dira Sugandi, Dirly Dave dan Bandung Jazz Orchestra dalam pertunjukan khusus “A Night of Frank Sinatra”.

Tiket The Papandayan Jazz Fest 2026 tersedia melalui situs resmi TP Jazz Fest dan platform GOERS.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA