Jakarta: Konser grup musik Kotak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dihentikan lebih awal pada Minggu (13/9) malam.
Penghentian dilakukan setelah muncul zat atau gas misterius berbau menyengat yang menyebabkan sejumlah orang mengalami gangguan pernapasan. Berikut fakta-fakta mengenai insiden tersebut:
1. Kronologi
Gangguan mulai dirasakan ketika Kotak tampil membawakan lagu "Pelan-Pelan Saja". Bau tidak sedap mulai tercium sebelum kondisi memburuk.
"Ketika itu sudah tercium bau udara tidak enak, namun tetap perform. Namun di tengah-tengah lagu, tercium sangat pedas di mata. Beliau, Tantri Kotak, merasa tidak enak dan sesak napas," ujar Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra, Senin (14/9).
2. Tantri Kotak dapat pertolongan medis
Sag vokalis, Tantri kemudian turun dari panggung akibat sesak nafas. Ia langsung mendapat pertolongan medis menggunakan oksigen portabel.
Konser akhirnya dihentikan pada lagu kesepuluh demi keselamatan penonton dan seluruh pihak yang berada di lokasi.
Baca Juga :
Ini Ritual Unik Cella Kotak Saat Garap Musik
3. Zat belum teridentifikasi
Denny Aputra menyebut zat yang tersebar di udara tersebut belum teridentifikasi. Pihak pengelola menduga zat itu sengaja disebarkan oleh oknum tertentu dan memiliki efek menyerupai gas air mata.
"Kemungkinan besar adalah zat yang memang disebar ke udara agar berasa kayak gas air mata. Ketika kami melakukan pembersihan, tidak ada bekasnya di jalan, tidak ada bekas serbuk, tapi terus habis ke udara saja," jelasnya.
Saat melakukan sterilisasi dan pembersihan area, petugas tidak menemukan bekas jelaga maupun serbuk di lokasi kejadian.
4. Diduga ada unsur kesengajaan
Pihak pengelola menduga insiden tersebut bukan disebabkan oleh penggemar, melainkan ulah oknum yang ingin membuat acara terganggu.
"Ini hanya mungkin orang-orang yang memanfaatkan menyempatkan diri untuk membuat kerusuhan, karena mereka ingin acara ini menjadi buyar," tegas Denny.
5. Sejumlah penonton sesak napas
Selain Tantri, sejumlah pengunjung dilaporkan mengalami sesak napas setelah terpapar zat tersebut. Mereka mendapat penanganan dari tim pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Kepanikan yang terjadi juga berdampak pada keamanan barang milik pengunjung. Sejumlah penonton melaporkan kehilangan barang berharga, termasuk ponsel.
6. Satu orang diamankan
Petugas gabungan yang terdiri dari keamanan internal, Satgas, dan unsur Tiga Pilar mengamankan satu orang yang diduga sebagai provokator sekaligus terlibat dalam aksi pencopetan saat insiden berlangsung.
"Yang diduga pelaku satu orang kita laporkan, ada di Polsek Tamansari," pungkas Denny.
Pihak pengelola juga memberikan pendampingan kepada korban yang ingin membuat laporan resmi terkait kehilangan barang maupun dampak kesehatan akibat insiden tersebut.
Jakarta: Konser grup musik
Kotak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, dihentikan lebih awal pada Minggu (13/9) malam.
Penghentian dilakukan setelah muncul zat atau gas misterius berbau menyengat yang menyebabkan sejumlah orang mengalami gangguan pernapasan. Berikut fakta-fakta mengenai insiden tersebut:
1. Kronologi
Gangguan mulai dirasakan ketika Kotak tampil membawakan lagu "Pelan-Pelan Saja". Bau tidak sedap mulai tercium sebelum kondisi memburuk.
"Ketika itu sudah tercium bau udara tidak enak, namun tetap perform. Namun di tengah-tengah lagu, tercium sangat pedas di mata. Beliau, Tantri Kotak, merasa tidak enak dan sesak napas," ujar Kepala UPK Kota Tua Denny Aputra, Senin (14/9).
2. Tantri Kotak dapat pertolongan medis
Sag vokalis, Tantri kemudian turun dari panggung akibat sesak nafas. Ia langsung mendapat pertolongan medis menggunakan oksigen portabel.
Konser akhirnya dihentikan pada lagu kesepuluh demi keselamatan penonton dan seluruh pihak yang berada di lokasi.
3. Zat belum teridentifikasi
Denny Aputra menyebut zat yang tersebar di udara tersebut belum teridentifikasi. Pihak pengelola menduga zat itu sengaja disebarkan oleh oknum tertentu dan memiliki efek menyerupai gas air mata.
"Kemungkinan besar adalah zat yang memang disebar ke udara agar berasa kayak gas air mata. Ketika kami melakukan pembersihan, tidak ada bekasnya di jalan, tidak ada bekas serbuk, tapi terus habis ke udara saja," jelasnya.
Saat melakukan sterilisasi dan pembersihan area, petugas tidak menemukan bekas jelaga maupun serbuk di lokasi kejadian.
4. Diduga ada unsur kesengajaan
Pihak pengelola menduga insiden tersebut bukan disebabkan oleh penggemar, melainkan ulah oknum yang ingin membuat acara terganggu.
"Ini hanya mungkin orang-orang yang memanfaatkan menyempatkan diri untuk membuat kerusuhan, karena mereka ingin acara ini menjadi buyar," tegas Denny.
5. Sejumlah penonton sesak napas
Selain Tantri, sejumlah pengunjung dilaporkan mengalami sesak napas setelah terpapar zat tersebut. Mereka mendapat penanganan dari tim pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Kepanikan yang terjadi juga berdampak pada keamanan barang milik pengunjung. Sejumlah penonton melaporkan kehilangan barang berharga, termasuk ponsel.
6. Satu orang diamankan
Petugas gabungan yang terdiri dari keamanan internal, Satgas, dan unsur Tiga Pilar mengamankan satu orang yang diduga sebagai provokator sekaligus terlibat dalam aksi pencopetan saat insiden berlangsung.
"Yang diduga pelaku satu orang kita laporkan, ada di Polsek Tamansari," pungkas Denny.
Pihak pengelola juga memberikan pendampingan kepada korban yang ingin membuat laporan resmi terkait kehilangan barang maupun dampak kesehatan akibat insiden tersebut.
(PRI)