“Sepertinya tahun ini penonton Indonesia akan berkurang dari tahun lalu,” ungkapnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Prediksi Penurunan Tiket Bioskop
Menurutnya, jumlah penjualan tiket bioskop untuk film Indonesia pada 2026 diperkirakan menyusut hingga 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jumlah tiket yang terjual juga akan berkurang dari tahun lalu sekitar 12 sampai 17 persen,” ucap Angga.
Ia menilai penurunan jumlah penonton bioskop menjadi peringatan bagi industri perfilman nasional serta seluruh pelaku di dalamnya.
“Jadi, ini adalah alarm warning pertama sebetulnya untuk bagaimana kita enggak bisa terlena hanya dengan besarnya populasi kita,” ujar Angga.
Pentingnya Strategi Jangka Panjang
Melihat tren penurunan tersebut, pendiri rumah produksi Visinema tersebut mengimbau para pelaku industri perfilman Indonesia untuk mengoptimalkan segenap potensi yang dimiliki.
“Kita harus benar-benar memanfaatkan semua potensi yang ada dengan infrastruktur, dengan struktur, dan strategi yang lebih long-term,” pungkas Angga.
Capaian Sinema Indonesia Tahun Lalu
Pada 2025, angka kunjungan penonton film lokal mencapai 80,27 juta orang. Jumlah ini meningkat tipis dari tahun sebelumnya yang mencatatkan 80,21 juta penonton.
Dalam agenda Taklimat Media Refleksi 2025 dan Kebijakan 2026 pada awal Januari 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa sekitar 67 hingga 70 persen penayangan bioskop sepanjang 2025 didominasi oleh sinema Indonesia.
Pencapaian tersebut diperkuat oleh rekor penonton terbanyak yang diukir Agak Laen 2 dengan 10,5 juta penonton, diikuti Jumbo yang memimpin perolehan penonton untuk kategori animasi lokal.
Dari sisi volume dan variasi produksi, sebanyak 201 judul film Indonesia tayang di bioskop sepanjang 2025. Genre horor mendominasi dengan 90 judul, disusul drama sebanyak 66 judul, serta ragam genre lain seperti komedi, laga, dan religi.