Langkah ini menjadi bagian dari upaya Spotify menjaga kualitas pengalaman mendengarkan musik sekaligus memberi ruang lebih besar bagi karya musisi manusia. Selain membersihkan sistem rekomendasi, platform tersebut juga menghapus lebih dari 75 juta lagu bermuatan spam dari layanannya karena dinilai melakukan pelanggaran berat atau berulang terhadap aturan yang berlaku.
"Konten musik buatan AI yang asal-asalan (AI-generated slop) dan spam tidak seharusnya muncul dalam rekomendasi kami," ungkap pihak Spotify, dikutip dari laman resmi Spotify Newsroom, Jumat, 23 Oktober 2026.
Spotify menjelaskan bahwa puluhan juta lagu tersebut disingkirkan dari rekomendasi untuk mengurangi kemunculan konten berkualitas rendah yang dinilai mengganggu pengalaman pengguna. Sementara itu, jutaan lagu lainnya dihapus sepenuhnya dari platform karena melanggar kebijakan layanan.
"Sepanjang tahun 2026, kami telah menghapus lebih dari 50 juta lagu yang tergolong slop dan spam dari rekomendasi. Jumlah ini belum termasuk lebih dari 75 juta lagu bermuatan spam yang telah kami hapus sepenuhnya dari platform karena melakukan pelanggaran berat atau berulang terhadap aturan kami," lanjut pernyataan tersebut.
Spotify Perbarui Sistem Rekomendasi Musik
Untuk menekan peredaran konten spam, Spotify mengaku telah melakukan sejumlah pembaruan pada sistem rekomendasinya dalam enam bulan terakhir. Pembaruan ini ditujukan untuk menyaring lagu-lagu yang teridentifikasi sebagai slop dan spam, sekaligus meningkatkan peluang musik karya manusia muncul di hadapan pendengar.
Upaya serupa juga diterapkan dalam proses kurasi editorial. Spotify menyatakan tim editornya tidak akan memasukkan konten yang teridentifikasi sebagai slop atau spam ke dalam daftar pilihan mereka.
"Selama enam bulan terakhir, kami telah melakukan berbagai pembaruan pada sistem rekomendasi untuk menyingkirkan konten slop dan spam, sekaligus lebih banyak menampilkan musik yang dibuat oleh musisi manusia sungguhan. Tim editor kami juga menerapkan standar yang sama dan tidak memasukkan konten yang teridentifikasi sebagai slop atau spam ke dalam kurasi mereka," tutup pihak Spotify.
Spotify turut menjelaskan bahwa proses identifikasi konten spam dilakukan dengan menggabungkan berbagai metode deteksi. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya platform untuk menghadapi meningkatnya jumlah musik yang diproduksi menggunakan AI serta konten yang diunggah demi mengeksploitasi sistem layanan.
Spotify Tingkatkan Transparansi Penggunaan AI
Selain memperketat penyaringan, Spotify juga memperkenalkan fitur transparansi terkait penggunaan AI dalam produksi musik. Inisiatif tersebut mencakup AI Credits dan AI Persona badges, yang ditujukan untuk memberikan informasi lebih jelas kepada pendengar mengenai keterlibatan teknologi AI dalam sebuah karya.
Langkah Spotify ini juga berlangsung di tengah perubahan kebijakan industri streaming musik dalam menghadapi perkembangan teknologi AI. Sejumlah platform lain mulai menerapkan pendekatan tersendiri untuk menangani musik berbasis AI, termasuk Tidal yang sebelumnya mengambil langkah pembatasan royalti terhadap lagu-lagu buatan AI.
Melalui pembaruan sistem rekomendasi dan kebijakan penyaringan konten, Spotify berupaya mengurangi dominasi lagu spam sekaligus menjaga agar pendengar tetap dapat menemukan musik yang relevan dan berkualitas di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.