Billy Joel, yang kini berusia 77 tahun, pertama kali didiagnosis mengalami kondisi tersebut pada 2025. Ia kemudian menjalani operasi pada awal tahun yang sama dan membatalkan sisa jadwal turnya pada Mei 2025 atas pertimbangan kesehatan.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter menjelang pelelangan lebih dari 70 sepeda motor dari koleksi pribadinya melalui Gooding Christie’s, Joel mengatakan dirinya masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui perkembangan kondisinya.
"Saya harus menjalani serangkaian tes terlebih dahulu sebelum mengetahui hasilnya," kata Joel.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya belum diizinkan mengemudi untuk sementara waktu.
"Untuk sekarang, saya belum bisa menyetir. Saya tidak diizinkan mengemudi," ujarnya.
Dokter Sarankan Billy Joel Tidak Tampil di Panggung
Selain membatasi aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga membuat Joel harus menunda keinginannya untuk kembali menggelar konser. Menurutnya, dokter spesialis saraf yang menangani dirinya menyarankan agar ia tidak tampil di panggung untuk sementara waktu.
"Menurut ahli saraf yang menangani saya, setiap kali tampil di panggung, rasanya seperti mengalami gegar otak," ungkap Joel.
Ia menjelaskan, aktivitas konser melibatkan sejumlah faktor yang dikhawatirkan dapat memperburuk kondisinya, mulai dari suara musik yang keras, pencahayaan panggung, tekanan selama pertunjukan, hingga energi yang terkuras saat tampil.
NPH sendiri merupakan kondisi ketika cairan serebrospinal menumpuk di rongga otak. Gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan berjalan, keseimbangan, dan fungsi kognitif.
Hingga kini, Joel belum dapat memastikan kapan dirinya bisa kembali menghibur penggemar melalui konser. Ia masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatannya.