Jakarta: Serial animasi Malaysia Upin & Ipin kembali menjadi perbincangan warganet Indonesia setelah sejumlah unggahan terkait kabut asap atau jerebu di Malaysia ramai disorot. Karakter Ehsan bahkan mengeluhkan kondisi udara yang mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
Fenomena tersebut mengundang beragam reaksi dari warganet Indonesia. Sebagian menyampaikan permintaan maaf melalui kolom komentar, lantaran kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan turut berdampak ke negara tetangga.
Ehsan Batal Jogging karena Musim Jerebu
Melalui akun Instagram yang menggunakan nama karakter Ehsan, tokoh yang dikenal sebagai teman Upin dan Ipin itu mengungkapkan kekecewaannya karena tidak bisa mulai berolahraga di luar rumah.
Dalam unggahan pada 17 Oktober 2026, Ehsan menulis, “Baru nak start jogging, tapi musim jerebu. Duduk rumah je sekarang ni sebab kesihatan lebih penting.”
Dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti dirinya baru ingin mulai jogging, tetapi harus mengurungkan niat karena musim kabut asap. Ia memilih tetap berada di rumah demi menjaga kesehatan.
Baca Juga :
Reza Rahadian Sedih Lihat Karhutla di Indonesia
Unggahan tersebut menarik perhatian warganet, termasuk dari Indonesia. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan permintaan maaf dengan nada bercanda, bahkan ada yang meminta agar Susanti, karakter asal Indonesia dalam serial tersebut, tidak ikut disalahkan.
Episode Bahaya Jerebu Kembali Disorot
Sorotan terhadap kabut asap juga muncul setelah akun Instagram resmi Upin & Ipin kembali mengunggah episode lama berjudul Bahaya Jerebu.
Episode yang dirilis pada 2013 tersebut menceritakan dampak kabut asap terhadap kehidupan warga Kampung Durian Runtuh. Dalam ceritanya, Upin, Ipin, dan teman-teman mereka harus menghadapi kondisi udara yang tidak sehat.
Mereka juga diperlihatkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Selain itu, kabut asap membuat jarak pandang berkurang dan mengganggu kegiatan sehari-hari, termasuk aktivitas sekolah.
Melalui unggahan tersebut, akun resmi Upin & Ipin mengingatkan penggemar untuk menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika kondisi udara memburuk. Kemunculan kembali episode itu kemudian dikaitkan warganet dengan persoalan karhutla yang berdampak pada kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Warganet Indonesia Ramai-Ramai Minta Maaf
Unggahan Ehsan dan episode Bahaya Jerebu memunculkan beragam komentar dari warganet Indonesia. Sebagian menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Malaysia, sementara lainnya menanggapi situasi tersebut dengan humor khas media sosial.
Reaksi tersebut memperlihatkan bagaimana karakter animasi yang populer di Indonesia dapat menjadi bagian dari percakapan mengenai persoalan lingkungan lintas negara.
Meski banyak warganet menganggap unggahan tersebut sebagai sindiran kepada Indonesia, tidak ada keterangan yang memastikan bahwa seluruh konten itu secara khusus ditujukan untuk menyindir Indonesia. Pesan tentang bahaya jerebu dalam episode lama tersebut memang berfokus pada dampak pencemaran udara dan pentingnya menjaga kesehatan.
Kabut Asap Jadi Persoalan Lingkungan Lintas Negara
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menyebar melampaui wilayah tempat kebakaran terjadi. Dampaknya bukan hanya dirasakan masyarakat di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga berpotensi mengganggu kualitas udara di negara tetangga.
Karena itu, persoalan jerebu tidak sekadar menjadi bahan perbincangan di media sosial. Pencegahan kebakaran, pengendalian pembakaran terbuka, serta upaya menjaga kualitas udara menjadi hal penting untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.
Kembali viralnya konten Upin & Ipin menunjukkan bahwa isu lingkungan dapat menjadi perhatian publik melalui berbagai medium, termasuk animasi yang dekat dengan penonton lintas usia.
(Annisa Julinah)