Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, menyampaikan informasi tersebut dalam sesi jumpa pers menjelang konser di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026.
“Dengan bangga kami sampaikan bahwa sampai saat ini ada 20.500 teman-teman dari luar negeri yang sudah membeli tiket,” ungkap Karen.
Ia menilai jumlah tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi industri pertunjukan di Indonesia. Menurutnya, konser tunggal Ye berpotensi mencatat sejarah baru dari sisi jumlah penonton internasional yang datang ke Tanah Air.
“Dan menurut saya, ini pertama kalinya dalam sejarah Indonesia ada pertunjukan tunggal dengan jumlah penonton internasional sebanyak ini. Jadi, kami merasa sangat terhormat dan bersyukur bisa menjadi tuan rumah bagi teman-teman dari luar negeri yang datang ke Jakarta,” tuturnya.
Karen juga mengungkapkan Australia menjadi negara dengan jumlah pembeli tiket terbanyak dari luar Indonesia. Sementara itu, Malaysia dan Singapura bersaing ketat untuk menempati posisi berikutnya.
“Negara dengan jumlah pembeli tiket terbanyak di luar Indonesia adalah Australia. Jadi, Australia berada di posisi pertama. Sementara itu, posisi kedua dan ketiga benar-benar terus bersaing setiap menit dan setiap beberapa jam, antara Malaysia dan Singapura,” lanjutnya.
Konser Ye Diprediksi Dorong Perputaran Ekonomi
Kehadiran puluhan ribu penonton internasional tersebut diperkirakan turut mendorong aktivitas ekonomi di Jakarta. Promotor meyakini dampak konser tidak hanya dirasakan oleh industri musik, tetapi juga berbagai sektor pendukung, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transportasi daring, warung, restoran, hingga pusat perbelanjaan.
Lonjakan kedatangan pengunjung juga berpotensi meningkatkan tingkat keterisian hotel serta permintaan tiket penerbangan menuju Jakarta.
Besarnya antusiasme penonton internasional bahkan membuat Raw Vision Collective harus mencari solusi tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan mereka. Karen mengatakan promotor sampai memfasilitasi penyediaan penerbangan tambahan dari sejumlah negara.
“Kami harus memfasilitasi penyewaan lebih banyak penerbangan dari berbagai negara untuk membantu menyediakan kapasitas yang cukup demi memenuhi permintaan tersebut,” ujar Karen.
Promotor Tambah Penerbangan Charter demi Penuhi Permintaan
Karen menyebut tingginya minat penggemar dari luar negeri menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penyelenggaraan konser Ye di Jakarta. Situasi tersebut semakin menantang karena sejumlah acara lain juga berlangsung pada pekan yang sama, sehingga ketersediaan penerbangan menjadi perhatian tersendiri.
“Perjalanan ini benar-benar luar biasa dan menjadi pengalaman yang sangat mengesankan bagi kami. Salah satu hal yang paling menonjol adalah bagaimana kami membawa pertunjukan tunggal ini ke Jakarta. Tantangannya adalah permintaan dari wisatawan internasional dan para penggemar yang ingin datang ternyata sangat tinggi. Jumlahnya bahkan belum pernah terjadi sebanyak ini untuk sebuah pertunjukan tunggal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, promotor harus mencari alternatif perjalanan, termasuk menambah penerbangan charter, agar para pemegang tiket konser dapat tiba di Jakarta sesuai rencana.
“Selain itu, pekan ini bukan hanya ada Ye, tetapi juga ada acara-acara lainnya. Jadi, salah satu tantangannya adalah kami sampai harus mencari alternatif penerbangan. Kami bahkan harus menambah penerbangan charter untuk memastikan ketersediaan kursi benar-benar bisa memenuhi permintaan para pembeli tiket,” lanjut Karen.
Bagi Raw Vision Collective, upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab untuk membantu penonton internasional menghadiri konser. Karen mengatakan pihaknya tidak ingin penggemar yang sudah membeli tiket pertunjukan justru kesulitan mendapatkan tiket pesawat menuju Jakarta.
“Kami tidak ingin mereka sudah membeli tiket konser, tetapi ternyata tidak ada tiket pesawat yang tersedia. Jadi, dalam situasi seperti ini, kami merasa bukan hanya sebagai promotor, tetapi juga seperti agen perjalanan dan penerbangan,” tutupnya sambil tertawa.