Dari seluruh pemenang, tujuh judul berhasil lolos di kategori Film Panjang dan 13 judul lainnya di kategori Film Pendek.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengatakan bahwa ajang tersebut dirancang sebagai langkah afirmatif demi menguatkan genre bertema kepahlawanan. Program ini dinilai akan menjadi sarana untuk menghadirkan kembali kisah-kisah perjuangan kemerdekaan agar terasa lebih dekat dengan publik lewat sinema.
“Genre film kepahlawanan membutuhkan afirmasi agar semakin berkembang dalam ekosistem perfilman Indonesia. Melalui film, peristiwa-peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada 1945 hingga 1950 dapat dihadirkan secara lebih dekat dan menarik kepada masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kepahlawanan, patriotisme, nasionalisme, dan keteladanan,” kata Fadli Zon, di Jakarta, pada 4 September 2026.
Proses Seleksi dan Kriteria Penilaian
Penetapan pemenang ini dilakukan usai melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari verifikasi berkas, penilaian cerita dan naskah, presentasi, hingga pleno dewan juri. Kriteria kelulusan didasarkan pada bobot gagasan, keutuhan dan relevansi jalan cerita, tingkat kesiapan produksi, pendekatan visual, serta keakuratan konteks sejarah periode 1945–1950.Pada masa pendaftaran yang dibuka sejak 10 Juli sampai 10 Agustus 2026, panitia mencatat sebanyak 143 proposal masuk. Angka tersebut terbagi atas 54 proposal Film Panjang dan 89 proposal Film Pendek.
Seluruh proposal yang masuk menyajikan beragam ide serta sudut pandang seputar perjuangan kemerdekaan, termasuk dinamika sosial dan kemanusiaan pada kurun 1945–1950. Penilaian atas seluruh pendaftaran dilaksanakan dengan mengacu pada aturan dan tolok ukur pedoman program.
Kolaborasi Sineas dan Sejarawan
Kementerian Kebudayaan pun menggandeng jajaran sineas dan sejarawan sebagai tim juri untuk menjamin proses penjurian yang objektif dan menyeluruh. Kolaborasi ini dihadirkan agar aspek artistik, visual, kualitas cerita, hingga validitas latar belakang sejarah dapat teruji dengan baik.Di kategori Film Pendek, juri dari kalangan sineas diisi oleh Putrama Pradjawasita, Perlita Desiani, dan Angkasa Ramadhan, sedangkan perspektif sejarah dikawal oleh Hasril Chaniago serta Mahpudi. Adapun panel juri Film Panjang diperkuat oleh sineas Tesadesrada Ryza, Salman Aristo, Tumpal Christian Pratama, Happy Salma, Nurman Hakim, Asaf Antariksa Riyanto, dan R.A.J. Siti N. Kusumastuti, bersanding dengan M. Yuanda Zara dan G. Ambar Wulan dari unsur sejarawan.
Menbud Fadli Zon optimistis judul-judul yang memenangkan sayembara ini bakal memperkaya ragam karya sinema lokal sekaligus membuka ruang sinergi lintas disiplin antara praktisi film dan ahli sejarah.
“Kita ingin film-film ini selain kuat secara artistik dan sinematik, tetapi juga berbasis riset dan akurat secara historis. Lebih dari itu, film-film tersebut harus mampu menghidupkan kembali literasi kepahlawanan dan membuat generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, semakin dekat dengan sejarah serta nilai-nilai perjuangan bangsa,” jelas Fadli Zon.
Kementerian Kebudayaan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta, dewan juri, hingga praktisi yang mengawal agenda ini. Penyelenggaraan program ini diharapkan berlanjut menjadi stimulan bagi lahirnya karya-karya sinema yang terus menyalakan jiwa patriotisme dan ingatan sejarah bangsa.
Daftar Lengkap Pemenang
Kategori Film Panjang
- Barisan Penghibur — Produser: Nia Zulkarnaen | Sutradara: Ari Sihasale | Penulis: Sugeng Wahyudi
- Hoegeng: Yang Ada Tinggal Nama — Produser: Giovanni Rahmadeva, Axel Hadiningrat, dan Krisnadi Ramajaya Hoegeng | Sutradara: Loeloe Hendra Komara | Penulis: Krisnadi Ramajaya Hoegeng dan Loeloe Hendra Komara
- Rengasdengklok — Produser: Taufan Adryan | Sutradara: Farishad I. Latjuba | Penulis: Ifan Ismail
- Kapalselam Kalibayam — Produser: Dani Rachman Fauzi | Sutradara: Kuntz Agus | Penulis: Tito Imanda
- Sakura di Telawang — Produser: Hamonangan | Sutradara: Lola Amaria | Penulis: Ni Ketut Yuni Suastini
- Rai — Produser: Parama Adi Wirasmo | Sutradara: Rako Prijanto | Penulis: Tamawal Frans M.
- Pintu Tertutup — Produser: Wiendy Widasari | Sutradara: Hanny R. Saputra | Penulis: Abdurrohman Syakbani Nasution
Kategori Film Pendek
- Arang Kobar Juang — Produser: Dhiwangkara Seta | Sutradara & Penulis: Noel Pendawa
- Belantara Raya — Produser: Rifqi Mardhani | Sutradara: Ilham Prajatama | Penulis: Dafriansyah Putra
- Buleun Purnama, di Nanggroe — Produser: Asmara Abigail dan Dani Huda | Sutradara: Dani Huda | Penulis: Dani Huda, Chandra Cahyana, dan Raisa Kamila
- Darah Djoeang — Produser: Fanny Chotimah | Sutradara: Reni Apriliana | Penulis: Ardhika Surya Adhi
- Desing Peluru Tak Bertuan — Produser: Iqbal Mohammad Hamdan | Sutradara & Penulis: Sandi Akbar Paputungan
- Ibu Raih — Produser: Theo Maulana | Sutradara & Penulis: Janice Angelica
- Jam 7 Pagi (Makassar, 1947) — Produser: Ayu Kartika | Sutradara & Penulis: Zhaddam A. Nurdin
- Menara Terakhir — Produser: Gerald A. | Sutradara: Sarah Adilah | Penulis: Mohammad Iqbal
- Operasi Malino: Lembar yang Hilang — Produser: Muhammad Ilham Mustain Murda | Sutradara: Wahyu Mika | Penulis: Wahyu Mika dan Muhammad Ilham Mustain Murda
- Seriboe Soedirman — Produser: Nisa F. | Sutradara: Edy Wibowo | Penulis: Tri Wahyudi dan Suharmono
- Suara Republik — Produser: Muhammad Kholiq | Sutradara: BW Purbanegara | Penulis: Luhki Herwanayogi
- Timur 1950 — Produser: Andi Arfan Sabran | Sutradara: Muh. Ishak Iskandar | Penulis: Andi Arfan Sabran
- Yang Tenggelam Saat Fajar — Produser: Ronantikarunia | Sutradara: May Ramadhan | Penulis: May Ramadhan dan Zydan Nabil