Macklemore sebelumnya masuk dalam jajaran penampil Loop Tour sebelum akhirnya tidak lagi dijadwalkan tampil dalam delapan konser. Keputusan tersebut terjadi setelah sang rapper beberapa kali menyuarakan dukungan terhadap Palestina, termasuk ketika menyerukan "Free Palestine" dan membawakan lagu protes "Hind's Hall" dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.
Aksi Macklemore tersebut kemudian menuai kritik dari sejumlah kelompok Yahudi. Situasi itu disebut turut memicu tekanan dari beberapa pengelola venue terhadap promotor agar penampilannya dihentikan dari rangkaian tur.
Klarifikasi mengenai persoalan tersebut disampaikan Ed Sheeran melalui pernyataan panjang yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu, 16 September 2026. Ia menjelaskan bahwa kontrak Macklemore dalam rangkaian tur tersebut berada langsung di bawah pihak promotor.
"Macklemore keluar dari tur adalah keputusan promotor, bukan keputusan saya. Kontrak Macklemore untuk tur ini terikat dengan promotor, bukan dengan saya," tulis Sheeran di Instagram.
Sheeran juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin persoalan tersebut berdampak pada para penggemar yang telah membeli tiket. Ia juga mempertimbangkan kru serta musisi lain yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada keberlangsungan rangkaian konser tersebut.
"Saya tidak terlibat. Saya memiliki pandangan pribadi mengenai konflik yang menghancurkan ini. Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak memilikinya, dan bukan berarti saya tidak peduli. Itu juga tidak berarti saya tidak mendukung aksi kemanusiaan melalui cara pribadi saya sendiri," ungkapnya.
Baca Juga :
Dicoret dari Tur Ed Sheeran karena Serukan “Free Palestine”, Macklemore Didukung Kneecap hingga Hindia
Ed Sheeran Pilih Tak Gunakan Panggung untuk Politik
Dalam pernyataannya, Ed Sheeran turut menjelaskan alasan dirinya selama ini memilih tidak menjadikan panggung profesional sebagai tempat untuk menyampaikan pandangan politik."Ada alasan kenapa saya tidak menggunakan platform profesional saya untuk membicarakan politik. Penonton saya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk banyak anak muda dan bahkan anak-anak. Orang-orang yang datang ke pertunjukan saya tidak mengharapkan tempat tersebut menjadi forum politik," lanjutnya.
Meski memilih pendekatan berbeda, Sheeran mengatakan dirinya tetap menghargai keberanian Macklemore dalam menyuarakan keyakinannya di atas panggung. Menurutnya, terdapat berbagai cara untuk memperjuangkan tujuan yang sama, termasuk perdamaian.
"Saya menghargai keteguhan Macklemore untuk berdiri dan menyuarakan apa yang ia yakini. Namun, ada banyak cara untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu perdamaian," tuturnya.
Sheeran kemudian menjelaskan bahwa ia ingin menggunakan popularitas dan panggung yang dimilikinya sebagai ruang yang aman bagi penonton. Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan diplomasi agar percakapan tetap terbuka.
"Saya memilih menggunakan ketenaran dan platform yang saya miliki sebagai ruang yang aman dan nyaman, sekaligus menjaga diplomasi dan memastikan percakapan tetap terbuka, bukan justru tertutup. Kalau kita hanya fokus pada siapa yang bisa berteriak paling keras, tidak akan ada yang berubah. Ada banyak cara untuk menjadi bagian dari perjuangan menuju perubahan," tutup Ed Sheeran.
Macklemore Soroti Sikap Ed Sheeran
Sebelumnya, Macklemore juga telah menyampaikan versinya melalui unggahan di Instagram. Ia mengatakan bahwa Ed Sheeran memilih mengambil posisi netral karena mempertimbangkan perasaan sejumlah pihak yang merasa tersinggung oleh seruan "Free Palestine" maupun penggunaan bendera Palestina.Macklemore mengaku memiliki pandangan berbeda mengenai sikap tersebut. Menurutnya, tidak ada posisi netral ketika seseorang berhadapan dengan situasi yang melibatkan penindasan.
“Dia (Ed Sheeran) menyampaikan kepada saya bahwa kalimat ‘Free Palestine’ serta gambar bendera Palestina melukai perasaan banyak orang yang berbicara dengannya. Saya merespons bahwa jika kalimat tersebut dianggap lebih menyinggung daripada puluhan ribu anak Palestina yang tewas oleh Israel, artinya terdapat perbedaan mendasar yang sangat jauh antara sudut pandang orang-orang tersebut dan prinsip yang saya pegang. Namun, dia tetap tidak bisa lepas dari citra publiknya yang memilih untuk ‘tidak memihak’,” tulis sang rapper.
Macklemore menyadari bahwa sikapnya dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina dapat membawa konsekuensi terhadap kariernya. Ia menyebut keputusan untuk mengambil sikap tersebut berpotensi membuatnya kehilangan sponsor, kerja sama dengan industri, hingga kesempatan tampil di berbagai acara.
"Saya paham kenapa banyak orang memilih diam. Berpihak bisa membuat kita kehilangan banyak hal: uang, kerja sama dengan brand, sponsor, festival, pertunjukan privat, hubungan, sampai akses. Aku sudah kehilangan semuanya," ungkap Macklemore.