Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Foto: Dok. Kemenbud)
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon (Foto: Dok. Kemenbud)

Fadli Zon Bidik Status Country of Honor untuk Indonesia di Festival Film Cannes 2028

Rafi Alvirtyantoro • 18 Mei 2026 10:31
Ringkasnya gini..
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan Indonesia meraih status Country of Honor dalam Festival Film Cannes 2028.
  • Pemerintah menyiapkan tiga strategi utama termasuk perluasan distribusi global, insentif kompetitif, dan optimalisasi Dana Indonesia Raya.
  • Kolaborasi internasional Next Step Studio Indonesia di Cannes 2026 memperkuat hubungan budaya bilateral dengan Prancis dan negara Eropa.
Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah menyiapkan strategi agar Indonesia bisa meraih status Country of Honor dalam Festival Film Cannes 2028.
 
Fadli Zon mengatakan bahwa ambisi tersebut merupakan salah satu upayanya untuk menciptakan panggung yang lebih luas bagi industri perfilman Indonesia di kancah internasional.
 
"Ini bukan sekadar masalah gengsi, melainkan upaya menciptakan panggung internasional yang lebih luas bagi perfilman, kebudayaan, dan talenta kreatif Indonesia," kata Fadli Zon, dikutip dari Variety, pada Senin, 18 Mei 2026.  

Tiga Pilar Strategi Global

Ia menjelaskan bahwa kementerian akan berfokus pada perluasan distribusi global dan kapasitas ekspor, pembukaan akses festival bagi para sineas daerah, serta pembangunan struktur insentif yang lebih kompetitif. Ketiga area ini kini menjadi prioritas kebijakan aktif pemerintah.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa kementerian tengah mempelajari model-model internasional sembari memastikan bahwa skema apa pun yang diterapkan nantinya memberikan dampak nyata bagi pengembangan talenta lokal dan penciptaan nilai ekonomi.
 
Pemerintah juga telah menyediakan skema dana pendamping dan model pembiayaan bersama demi memperkuat kemitraan antara sineas Indonesia dan pelaku industri global.  

Optimalisasi Dana dan Inkubasi Bakat

Kementerian pun mengoptimalkan Dana Indonesia Raya untuk mendukung pengembangan talenta, bantuan produksi, mobilitas internasional, serta partisipasi dalam festival.
 
Dalam Festival Film Cannes 2026, delegasi Indonesia dipimpin oleh Next Step Studio Indonesia, sebuah inisiatif inkubasi bakat dan ko-produksi bagi sineas muda yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Pemprov DKI Jakarta, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, dan Institut Français Indonesia. Program ini mencerminkan komitmen budaya bilateral yang tertuang dalam Deklarasi Borobudur antara Indonesia dan Prancis.
 
Langkah tersebut meneruskan momentum pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron pada tahun 2025. Saat itu, kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperluas kerja sama budaya.  

Penguatan Kemitraan Internasional

Selain Next Step Studio Indonesia, program Indonesia-France Film Lab serta kemitraan institusional dengan La Fémis dan CNC menjadi pilar utama strategi ko-produksi Eropa. Belanda juga dibidik sebagai mitra penting dalam pertukaran talenta dan pendidikan film.
 
Para sineas dan produser Indonesia turut berpartisipasi di berbagai platform industri Cannes tahun ini, seperti Cannes Docs, Producer’s Network, SFC Rendezvous Industry, dan program pencocokan bisnis SamaSama Lab. Langkah ini sekaligus memperluas keterlibatan mereka dalam Critics’ Week dan Annecy Animation Film Festival.
 
Sementara itu, acara Indonesian Cinema Night yang digelar pada 14 Mei 2026 dirancang khusus untuk menghubungkan langsung para produser, sutradara, dan lembaga film nasional dengan investor internasional, kurator festival, dan mitra industri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA