Poster Film Ibu (Foto: Kraken Entertainment)
Poster Film Ibu (Foto: Kraken Entertainment)

Dibintangi Christine Hakim, Film Horor Ibu Unjuk Gigi di Cannes Film Market 2026

Rafi Alvirtyantoro • 15 Mei 2026 16:08
Ringkasnya gini..
  • Film horor Indonesia Ibu: Mother of the Lost resmi diperkenalkan di ajang internasional Cannes Film Market 2026.
  • Proyek film garapan produser Intan Kieflie ini menggandeng aktor ternama lintas generasi seperti Christine Hakim dan Yayan Ruhian.
  • Film Ibu akan menjadi bagian dari jagat sinema horor baru bertajuk The Black Ritual Universe untuk membidik pasar global.
Jakarta: Film Ibu: Mother of the Lost diperkenalkan di Cannes Film Market 2026. Proyek ini diproduksi melalui kolaborasi antara Kraken Entertainment dan Anak Negeri Films.

Tembus Pasar Internasional

Produser berdarah Indonesia-Australia, Intan Kieflie, mengatakan bahwa kehadiran Ibu: Mother of the Lost di Cannes Film Market 2026 tidak hanya bertujuan untuk menjual satu film. Langkah ini dinilai dapat membuka jalan bagi para produser tanah air yang memiliki kekuatan dalam skenario mereka.
 
“Produser Indonesia punya cerita-cerita yang kuat, tetapi pasar internasional perlu memahami cara membaca, memosisikan, dan ke mana arah distribusi cerita-cerita tersebut,” kata Intan Kieflie, dikutip dari Variety, pada Jumat, 15 Mei 2026.
 
Dalam Cannes Film Market 2026, Intan Kieflie meluncurkan beberapa proyek film bergenre horor. Proyek-proyek tersebut mulai dari Sukma bersama Baim Wong, Ritual Gaib: Nyai Randasura, hingga Ibu.  

Gandeng Aktor Lintas Generasi

Film Ibu saat ini masih berada dalam tahap praproduksi. Proyek ini menggandeng sejumlah bintang besar, seperti Yayan Ruhian dan Christine Hakim.

Melalui proyek tersebut, Intan Kieflie tengah menyiapkan waralaba horor bertajuk The Black Ritual Universe. Film Ritual Gaib: Nyai Randasura rencananya akan menjadi fokus utama, sementara Ibu berada di dalam semesta yang sama.
 
Film Ibu mengisahkan tentang Dewi, seorang ibu yang tengah berduka. Ia mengasingkan diri ke sebuah rumah telantar di tepi danau dengan niat mengubahnya menjadi panti asuhan. Namun sesampainya di sana, ia justru mendapati dua anak yang telah meninggal hidup kembali di rumah itu dan memanggilnya dengan sebutan "Ibu."  

Suguhkan Horor Emosional

Intan Kieflie menjelaskan bahwa film Ibu tidak hanya dibuat untuk menciptakan kengerian bagi penonton, melainkan juga memberikan kedalaman emosional yang memicu rasa takut.
 
"Melalui 'Ibu,' kami ingin membangun film horor yang tidak hanya menakut-nakuti penonton. Film ini akan menyayat hati Anda terlebih dahulu, lalu membiarkan rasa takut tumbuh dari luka tersebut,” jelas Intan.
 
Rangkaian film yang diboyong ke Cannes ini membidik para pembeli (buyers) dari kawasan Amerika Utara, Eropa, Inggris/Irlandia, Australia/Selandia Baru, Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika Utara, Amerika Latin, serta Rusia/CIS.
 
Intan berpendapat bahwa para sineas di Indonesia tidak pernah kekurangan ide. Ada banyak cerita yang bisa digali dari setiap pulau, yang dapat menjadi bekal untuk membawa karya mereka ke kancah mendunia.
 
"Setiap pulau memiliki ketakutan, ritual, hantu, dan realitas emosionalnya sendiri. Kesempatan kita sekarang adalah membawa cerita-cerita tersebut kepada mitra global yang tepat, dengan pengemasan, strategi, serta penghormatan yang layak terhadap asal-usul cerita itu sendiri,” ucapnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA