Jemaah haji mendatangi Masjid Aisyah, di Kawasan Tan'im, Makkah, Minggu, 26 Juni 2022. Medcom.id/Sobih AW Adnan
Jemaah haji mendatangi Masjid Aisyah, di Kawasan Tan'im, Makkah, Minggu, 26 Juni 2022. Medcom.id/Sobih AW Adnan

Kemenag Sediakan Saluran Kritik Layanan Haji

Haji Kemenag Haji 2022 ibadah haji haji
Sobih AW Adnan • 30 Juni 2022 21:40
Makkah: Kementerian Agama (Kemenag) menyediakan media penyampaian kritik, aduan, dan saran terkait kinerja petugas dan kualitas layanan Haji 2022. Kritik dapat dilakukan secara daring.
 
“Kami mengundang jemaah untuk menyampaikan kritik, saran, dan aduan melalui alamat website Haji2022 di laman Kemenag,” terang Anggota Tim Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Petugas dan Layanan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syaltout di Makkah, Kamis, 30 Juni 2022.
 
Menurut dia, saluran aduan daring ini disiapkan untuk jemaah dan petugas. Pengguna tinggal mengakses laman yang tersedia dan mengisi form yang tersedia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Layanan ini, kata Syaltout, dibuat untuk memastikan bahwa standar pelayanan minimum yang diberikan kepada jemaah berjalan dengan baik. Selain itu, saluran ini juga untuk memantau keluhan atau komplain yang disampaikan jemaah maupun petugas, atas kualitas layanan maupun kinerja pelayanan.
 
“Untuk meningkatkan layanan, Kemenag tidak anti kritik. Silakan kritik secara objektif untuk perbaikan agar bisa direspons cepat. Sistem pelaporan dilakukan secara online. Server punya Kemenag,” terang dia.
 
Saran dan masukan jemaah atau petugas akan ditampilkan dalam dashboard khusus yang dipantau tim secara berkala. Aduan yang masuk, akan diverifikasi di lapangan dan selanjutnya ditindaklanjuti untuk bisa segera diselesaikan.

Baca:Biaya Haji Jemaah Indonesia Lebih Murah Ketimbang Warga Arab Saudi


“Saat di Madinah, masuk dalam dashboard kami adanya aduan dari salah satu jemaah asal embarkasi Solo atau SOC. Saat itu aduan terkait kamar jemaah atau akomodasi. Tim langsung melakukan verifikasi dan ternyata memang faktual sehingga kita segera carikan solusi,” papar Syaltout.
 
Aduan lainnya terkait petugas bimbingan ibadah (Bimbad). Ada yang melaporkan bahwa petugas Bimbadnya kurang memberikan bimbingan, dan justru asyik beribadah sendiri.
 
“Ini kasusnya juga di Madinah. Sudah kami verifikasi dan itu faktual, sehingga segera kita tindaklanjuti,” jelasnya.
 
Selain akomodasi dan bimbingan ibadah, aduan lainnya bisa juga terkait dengan kinerja petugas, kesehatan, konsumsi, transportasi, dan akomodasi. Lokusnya mencakup layanan di Asrama Haji, Bandara (Madinah/Jeddah), Madinah, Makkah, serta Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
 
“Sebagai apresiasi, kita akan memberikan reward kepada pemberi kritik dan saran yang terverifikasi factual. Dua jemaah dari SOC yang mengadukan soal akomodasi dan bimbingan ibadah juga sudah kami beri apresiasi,” sebutnya.
 
“Mari manfaatkan saluran aduan yang ada. Aduan yang masuk akan menjadi bahan perbaikan sekaligus upaya preventif dalam memitigasi agar masalah yang sama tidak terulang. Partisipasi jemaah dan petugas akan ikut mewarnai perbaikan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dan mendatang,” tandas dia.
 

(ADN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif