YOUR FASHION

CFD GBK Mendadak Jadi Tempat Lihat Barang Lelang Miliaran Rupiah

A. Firdaus
Minggu 10 Mei 2026 / 11:40
Ringkasnya gini..
  • Kegiatan ini menjadi bagian dari Road to BPA Fair 2026 sebelum acara utama berlangsung pada 18-21 Mei mendatang.
  • Konsep Car Free Day dipilih karena dinilai menjadi ruang publik yang dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan.
  • Konsep yang lebih terbuka dan santai ini membuat banyak warga terlihat penasaran.
Jakarta: Suasana Car Free Day di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu pagi, 10 Mei 2026, terasa sedikit berbeda dari biasanya. Di tengah warga yang sibuk berolahraga dan menikmati akhir pekan, perhatian pengunjung tertuju pada deretan barang lelang yang dipamerkan di area Pintu 6 GBK.

Mulai dari kendaraan bermotor, tas mewah, perhiasan, hingga logam mulia dipajang dalam rangkaian Pre-Event BPA Fair 2026: Car Free Day yang digelar oleh Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Road to BPA Fair 2026 sebelum acara utama berlangsung pada 18-21 Mei mendatang.



Kepala BPA Kejaksaan RI, Kuntadi, mengatakan konsep Car Free Day dipilih karena dinilai menjadi ruang publik yang dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan. Melalui suasana santai seperti ini, masyarakat diharapkan lebih mudah mengenal fungsi dan peran BPA.

“BPA sudah hadir sejak dua tahun lalu dan sudah banyak melakukan penjualan barang. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaan maupun fungsi Badan Pemulihan Aset,” ujar Kuntadi.
 

Tidak sekadar menghadirkan pameran barang lelang, kegiatan ini juga dikemas lebih interaktif. Pengunjung bisa melihat langsung barang yang akan dilelang, berkonsultasi soal proses lelang, bahkan membuat akun peserta secara langsung di lokasi acara dengan bantuan petugas.

Konsep yang lebih terbuka dan santai ini membuat banyak warga terlihat penasaran. Beberapa pengunjung tampak berhenti untuk melihat detail barang-barang yang dipamerkan, sementara lainnya mencoba mencari tahu bagaimana mekanisme mengikuti lelang negara.

Menurut Kuntadi, BPA Fair juga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan kerugian negara dan pengembalian hak korban dari hasil tindak pidana.



Semua barang yang akan dilelang disebut telah melalui proses kurasi agar tetap relevan, menarik, dan berada dalam kondisi terawat dengan baik.

Selain menghadirkan pengalaman melihat barang lelang secara langsung, BPA juga menyediakan layanan edukasi bagi masyarakat yang ingin mengenal proses lelang lebih jauh. Pengunjung dapat langsung membuat akun lelang di lokasi menggunakan perangkat komputer yang telah disediakan.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerjasama Pemulihan Aset dan Dukungan Teknis BPA sekaligus Wakil Ketua Panitia BPA Fair 2026, Baringin, menjelaskan bahwa acara ini menjadi bagian dari strategi Kejaksaan RI untuk memperkuat transparansi pengelolaan barang rampasan negara.



“Barang bukti yang sudah inkracht dan akan dilelang tentu memiliki nilai ekonomi. Karena itu kami ingin memastikan prosesnya transparan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, BPA menargetkan nilai transaksi lelang mencapai Rp100 miliar. Sementara target pemulihan aset negara melalui PNBP pada 2026 ditargetkan melampaui Rp2 triliun.

Masyarakat yang tertarik mengikuti lelang nantinya dapat mengakses katalog resmi melalui situs BPA Fair dan melakukan registrasi sesuai jadwal aanwijzing yang telah ditentukan.

Melalui konsep yang lebih dekat dengan publik, BPA Fair 2026 mencoba mengubah pandangan bahwa lelang barang sitaan negara bukan lagi sesuatu yang rumit atau eksklusif. Kini, prosesnya dibuat lebih terbuka, mudah diakses, sekaligus menjadi pengalaman baru yang menarik bagi masyarakat urban Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH