YOUR FASHION
Keren Parah! MUF Rangkul 100 Teman Disabilitas di Jogja Lewat Seni Membatik
Yatin Suleha
Kamis 24 September 2026 / 18:06
- Acara seru dan penuh makna bertajuk "Membatik Bersama 100 Difabel" baru aja digelar.
- Kegiatan keren ini diadain buat dukung teman-teman disabilitas supaya makin mandiri dan produktif.
- “MUF percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menjadi produktif," ujar Elisabeth L. Sirait.
Jakarta: Acara seru dan penuh makna bertajuk "Membatik Bersama 100 Difabel" baru aja digelar oleh Mandiri Utama Finance (MUF) bareng Difabelzone di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Rabu (16/9).
Kegiatan keren ini diadain buat dukung teman-teman disabilitas supaya makin mandiri dan produktif, sekaligus bikin Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) makin maju sebagai sentra batik yang inklusif.
Lewat program ini, MUF ngasih dukungan dana langsung buat 100 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah kayak Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, sampai Kota Yogyakarta.
Bantuan tersebut disalurkan lewat Yayasan Difabelzone buat ngedukung program pemberdayaan berupa pelatihan dan pembinaan membatik selama sebulan penuh.
Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance, Elisabeth L. Sirait, bilang kalau program ini bener-bener jadi wujud komitmen MUF buat ngasih impact nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnyalewat pemberdayaan penyandang disabilitas.
“MUF percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menjadi produktif. Melalui program ini, MUF ingin mendukung para penyandang disabilitas dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas membatik sehingga dapat menghasilkan karya bernilai ekonomi serta membuka peluang menuju kemandirian,” ujar Elisabeth.
Elisabeth menambahkan kalau dukungan ini diharapkan bisa ngasih kesempatan buat para peserta untuk terus ngembangin skill dan potensi usahanya secara berkelanjutan.
Senada dengan itu, Branch Manager Mandiri Utama Finance Yogyakarta, Sulasno, juga berharap program membatik ini bisa memicu kreativitas para peserta sekaligus membuka peluang cuan dari karya-karya keren yang mereka hasilkan!
“Semoga dari kegiatan membatik ini lahir karya-karya yang membanggakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Sulasno.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan kalau membatik tuh gak cuma sekadar skill teknis, tapi juga wadah buat nempa karakter. Tiap titik dan garis yang ditorehkan butuh ketekunan, ketelitian, dan keberanian—nilai-nilai yang pas banget sama semangat inklusivitas di acara ini.
Sri Paduka juga berharap kegiatan ini bisa ngelahirin identitas batik difabel Yogyakarta yang khas dan bernilai budaya tinggi, sekaligus ngebuka jalan buat talenta-talenta baru di dunia membatik.
Kepala Dinas Sosial DIY, Suyarno, juga ngapresiasi banget kolaborasi antara MUF dan Yayasan Difabelzone ini karena sejalan sama komitmen Pemda DIY dalam mewujudin pembangunan yang inklusif.
Menurutnya, pemberdayaan teman-teman disabilitas itu enggak cuma soal ngasih bantuan doang, tapi juga ngebuka akses dan kesempatan luas biar mereka bisa terus berkarya secara berkelanjutan.
Sebanyak 100 peserta yang ikut dalam program ini datang dari berbagai latar belakang disabilitas, mulai dari daksa, cerebral palsy, polio, rungu wicara, tunagrahita, tuna laras, low vision, sampai autisme.
Selama sebulan penuh, mereka bakal dapet pembinaan plus perlengkapan membatik lengkap buat mengembangkan skill dan menciptakan karya yang punya nilai ekonomi.
Kerennya lagi, produk hasil karya para peserta ini rencananya bakal dipamerin pas peringatan Hari Disabilitas pada 3 Desember 2026 mendatang.
Lewat program ini, MUF berharap bisa terus ngedukung teman-teman disabilitas biar makin mandiri dan produktif, sekaligus ngebangun ekosistem batik yang inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(TIN)
Kegiatan keren ini diadain buat dukung teman-teman disabilitas supaya makin mandiri dan produktif, sekaligus bikin Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) makin maju sebagai sentra batik yang inklusif.
Lewat program ini, MUF ngasih dukungan dana langsung buat 100 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah kayak Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, sampai Kota Yogyakarta.
Bantuan tersebut disalurkan lewat Yayasan Difabelzone buat ngedukung program pemberdayaan berupa pelatihan dan pembinaan membatik selama sebulan penuh.
Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance, Elisabeth L. Sirait, bilang kalau program ini bener-bener jadi wujud komitmen MUF buat ngasih impact nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnyalewat pemberdayaan penyandang disabilitas.
“MUF percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menjadi produktif. Melalui program ini, MUF ingin mendukung para penyandang disabilitas dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas membatik sehingga dapat menghasilkan karya bernilai ekonomi serta membuka peluang menuju kemandirian,” ujar Elisabeth.
Elisabeth menambahkan kalau dukungan ini diharapkan bisa ngasih kesempatan buat para peserta untuk terus ngembangin skill dan potensi usahanya secara berkelanjutan.
(Program membatik MUF sukses bantu 100 teman disabilitas di Yogyakarta agar makin mandiri dan produktif. Foto: Dok. Istimewa)
“Semoga dari kegiatan membatik ini lahir karya-karya yang membanggakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Sulasno.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan kalau membatik tuh gak cuma sekadar skill teknis, tapi juga wadah buat nempa karakter. Tiap titik dan garis yang ditorehkan butuh ketekunan, ketelitian, dan keberanian—nilai-nilai yang pas banget sama semangat inklusivitas di acara ini.
Sri Paduka juga berharap kegiatan ini bisa ngelahirin identitas batik difabel Yogyakarta yang khas dan bernilai budaya tinggi, sekaligus ngebuka jalan buat talenta-talenta baru di dunia membatik.
Kepala Dinas Sosial DIY, Suyarno, juga ngapresiasi banget kolaborasi antara MUF dan Yayasan Difabelzone ini karena sejalan sama komitmen Pemda DIY dalam mewujudin pembangunan yang inklusif.
Menurutnya, pemberdayaan teman-teman disabilitas itu enggak cuma soal ngasih bantuan doang, tapi juga ngebuka akses dan kesempatan luas biar mereka bisa terus berkarya secara berkelanjutan.
Sebanyak 100 peserta yang ikut dalam program ini datang dari berbagai latar belakang disabilitas, mulai dari daksa, cerebral palsy, polio, rungu wicara, tunagrahita, tuna laras, low vision, sampai autisme.
Selama sebulan penuh, mereka bakal dapet pembinaan plus perlengkapan membatik lengkap buat mengembangkan skill dan menciptakan karya yang punya nilai ekonomi.
Kerennya lagi, produk hasil karya para peserta ini rencananya bakal dipamerin pas peringatan Hari Disabilitas pada 3 Desember 2026 mendatang.
Lewat program ini, MUF berharap bisa terus ngedukung teman-teman disabilitas biar makin mandiri dan produktif, sekaligus ngebangun ekosistem batik yang inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(TIN)