Juara 1-3 Kompetisi Desain Batik Corak Nusantara 2026. Foto: Medcom.id/fatha
Juara 1-3 Kompetisi Desain Batik Corak Nusantara 2026. Foto: Medcom.id/fatha

ShopeePay dan SPayLater Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Batik Corak Cerita Nusantara

Fatha Annisa • 04 November 2026 16:06
Ringkasnya gini..
  • Jakarta: ShopeePay dan SPayLater menggelar kompetisi desain batik Corak Cerita Nusantara untuk mendukung kreativitas budaya Indonesia dan UMKM lokal.
  • Kompetisi ini menghasilkan tiga desain pemenang yang mengangkat kekayaan sejarah dan keberagaman budaya Nusantara.
  • Karya terpilih nantinya akan dikembangkan menjadi produk identitas perusahaan melalui keterlibatan kreator lokal dan perajin batik.
Jakarta: ShopeePay dan SPayLater mengumumkan pemenang kompetisi desain batik bertajuk Corak Cerita Nusantara. Kompetisi ini digelar sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas budaya Indonesia sekaligus pemberdayaan UMKM lokal.
 
Eka Nilam Dari, President Director ShopeePay Indonesia, mengungkapkan kompetisi Desain Batik Corak Cerita Nusantara berangkat dari keinginan perusahaan untuk membangun hubungan yang lebih luas dengan para pelaku UMKM dan kreator lokal.
 
“Tidak hanya memberikan layanan pembayaran digital saja, tapi bagaimana kami bisa memaksimalkan kolaborasi, memberikan ruang, terutama untuk para lokal kreator ini untuk juga berkontribusi dan juga untuk membantu mengembangkan usahanya mereka dari inisiatif ini," ujar Eka Nilam Dari atau kerap disapa Lala di Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
   
Peserta diajak mengangkat berbagai inspirasi dari kekayaan alam, budaya, hingga cerita rakyat Indonesia. Setiap desain diharapkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa cerita dan filosofi yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat.
 
Sementara itu, proses pemilihan desain pemenang turut melibatkan karyawan ShopeePay dan SPayLater. Keterlibatan ini bertujuan membangun rasa memiliki terhadap motif batik karena nantinya akan dikembangkan menjadi produk yang digunakan sebagai identitas ShopeePay dan SPayLater, mulai dari seragam hingga merchandise.
 
"Jadi pasti kita mau karyawan yang nantinya juga punya rasa kepemilikan terhadap identitas yang akan kita gunakan. Jadi mulai dari proses seleksi awal. Kita mau karyawan juga ikut melihat hasil karya dari desainer-desainer lokal yang sudah ikut berkontribusi," kata Lala
   

Pemenang Kompetisi Desain Batik Corak Cerita Nusantara

WhatsApp Image 2026-11-04 at 15_48_18
Batik Kalantara, pemenang Kompetisi Desain Batik Corak Nusantara 2026. Foto: Medcom.id/fatha

Salah satu karya yang terpilih sebagai juara pertama adalah desain Batik Kalantara milik Nuraini Farida. Ia mengembangkan motifnya melalui riset mengenai sejarah perdagangan di Nusantara, mulai dari sistem barter hingga penggunaan mata uang pada masa lampau.
 
Farida lalu merangkai berbagai unsur tersebut menjadi motif batik untuk menyampaikan bahwa bentuk dan teknologi perdagangan dapat berubah mengikuti zaman, namun nilai dasar jual beli sebagian bagian dari kebutuhan dan kehidupan tetap berlangsung lintas generasi.
 
“Kalau saya mau bikin desain, biasanya memang saya selalu buka iterasi dulu. Jadi saya baca dulu, ini maunya apa nih? Karena kemudian muncul Kalantara, yaitu saya berpikir ini kan dunia jual-beli, perdagangan,” jelas Farida.
   
Batik Kalantara juga membawa pesan tentang rezeki, kemakmuran, kebutuhan hidup, dan keberlanjutan aktivitas perdagangan.
 
WhatsApp Image 2026-11-04 at 15_48_18 (1)
Juara 1-3 Kompetisi Desain Batik Corak Nusantara 2026. Foto: Medcom.id/fatha

Selain Batik Kalantara, Batik Kinarya Nuswantara milik Aisa Amaliya meraih juara kedua dengan motif yang menggambarkan perjalanan karya Indonesia mulai dari identitas lokal. Sedangkan juara tiga diraih Anggitara Wibowo dengan Batik Nadi Nusantara yang merupakan gambaran keberagaram budaya Indoensia dalam perpaduan corak tradisional dan sentuhan modern. 
 


Kolaborasi dengan Perajin Batik

WhatsApp Image 2026-11-04 at 16_00_02
Ana Khairani, Founder Batik Organik (tengah). Foto: Medcom.id/fatha

Selain memberikan ruang bagi kreator untuk berkarya, kompetisi ini juga membuka peluang bagi perajin batik dalam proses produksi. Ana Khairani, Founder Batik Organik, mengapresiasi inisiatif tersebut karena dapat menjadi sarana untuk mengeksplorasi kekayaan cerita Nusantara melalui karya batik.
 
“13 tahun di industri batik, rasanya sangat bangga ya, ada kompetisi batik yang diinisiasi oleh Shopee. Dan menurut saya ini adalah sebuah eksplorasi kekayaan. Cerita Nusantara yang memang di Indonesia sendiri sangat banyak yang bisa dieksplor," tuturnya.
 
Ia menjelaskan, mengembangkan desain batik hingga siap diproduksi membutuhkan proses yang panjang. Desainer perlu memastikan cerita yang diangkat dapat diterjemahkan menjadi motif yang saling terhubung, sekaligus mempertimbangkan teknik produksi, kombinasi warna, dan kualitas hasil akhirnya.
 
Proses tersebut juga perlu disesuaikan dengan kapasitas produksi. Kemudian, sebelum diproduksi dalam jumlah besar, desain perlu melalui tahap pembuatan sampel untuk memastikan motif dan warna sesuai dengan hasil yang diharapkan.

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>